Penyimpanan Insulin untuk Diabetes Tipe 1

Oleh dr. Muhammad Anwar Irzan pada 04 Nov 2015, 13:28 WIB
Saat ini, semakin banyak penderita diabetes tipe 1 yang membutuhkan insulin. Karena itu, cara pemakaian dan penyimpanannya pun harus diperhatikan dengan baik.
Penyimpanan Insulin untuk Diabetes Tipe 1

KlikDokter.com – Insulin merupakan elemen utama kelangsungan hidup penderita diabetes melitus tipe 1. Terapi insulin pertama kali digunakan pada tahun 1922, berupa insulin reguler, diberikan sebelum makan dan ditambah sekali pada malam hari. Namun saat ini telah dikembangkan beberapa jenis insulin yang memungkinkan pemberian insulin dalam berbagai macam regimen.

Insulin akan kehilangan potensinya setelah botol cairan insulin terbuka atau jika dibiarkan pada suhu tinggi. Insulin relatif stabil pada suhu ruangan selama beberapa minggu, asal tidak terpapar pada panas yang berlebihan. Tetapi demi keamanan, insulin lebih baik disimpan dalam lemari es pada suhu 4-80 derajat celsius, bukan dalam freezer.

Potensi insulin, baik pada botol cairan insulin yang telah dibuka ataupun penfill, masih dapat bertahan selama 3 bulan bila disimpan di lemari es atau 1 bulan bila ditaruh pada suhu kamar. Setelah melewati masa tersebut atau setelah masa kedaluwarsa yang ditetapkan pabrik, insulin harus dibuang.

Alat suntik sebaiknya digunakan untuk satu kali pakai, terutama bila sterilitas alat suntik tidak dapat dijamin. Walaupun demikian, pada beberapa pasien pemakaian jarum suntik berulang dapat dibenarkan. Sebaiknya pemakaian berulang hanya untuk dua kali pakai agar tetap aman dan tidak nyeri untuk penderita.

Beberapa cara untuk meningkatkan frekuensi pemakaian jarum suntik adalah:

  1. Simpanlah jarum suntik pada suhu kamar.
  2. Tutuplah jarum dengan penutupnya apabila tidak dipakai.
  3. Janganlah membersihkan jarum dengan alkohol.
  4. Pompalah udara ke jarum suntik berulang-ulang setiap kali sebelum pemakaian untuk membuang sumbatannya.
  5. Buang jarum suntik apabila telah bengkok atau tumpul atau telah bersentuhan dengan bagian badan lainnya selain kulit.
  6. Buang jarum suntik apabila angka-angkanya sudah tidak terbaca atau kurang terbaca.