Diabetes pada Lansia

Oleh Klikdokter pada 04 Nov 2015, 13:36 WIB
Penanganan diabetes pada lansia bertujuan untuk mencapai kadar gula darah yang baik serta mencegah komplikasi. Baca penjelasan lengkapnya di sini.
Diabetes pada Lansia

KlikDokter.com – Sejalan dengan bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh manusia akan menurun. Kondisi ini akan mengakibatkan kerentanan tubuh terhadap serangan penyakit, termasuk diabetes melitus (DM).

Pada lansia, sama seperti nonlansia, mengontrol diabetes sangatlah penting agar terhindar dari komplikasi akut (hipoglikemia, dehidrasi ringan) maupun komplikasi kronis (stroke, penyakit jantung koroner, kebutaan, impotensi). Untuk mencegah terjadinya komplikasi kronis, berikut adalah penanganan yang perlu dilakukan oleh para lansia yang memiliki diabetes:

Mengontrol Gula Darah

Dengan kontrol gula darah yang baik, risiko komplikasi makrovaskular dapat dikurangi. Kontrol gula darah ini tidak perlu terlalu ketat pada lansia mengingat risiko hipoglikemia pada lansia penderita DM. Target kontrol gula darah ditentukan oleh status kesehatan serta kemampuan fisik  dan mental.

Mengontrol Tekanan Darah

Hipertensi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular pada DM. Studi The UK Prospective Diabetes Study menunjukkan bahwa kontrol tekanan darah yang baik dengan antihipertensi manapun dapat menurunkan risiko komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular.

Mengontrol Lemak Darah

DM dianggap sebagai faktor risiko yang setara dengan penyakit jantung koroner, sehingga penanganan DM harus dikelola secara disiplin, yaitu harus mencapai target kadar kolesterol LDL <100 mg/dl. Pada pasien yang juga menderita penyakit pembuluh koroner atau mempunyai komponen sindrom metabolis lain, maka dianjurkan kadar kolesterol LDL <70 mg/dl. Banyak studi memperlihatkan bahwa penurunan kadar kolesterol dapat mengurangi kejadian kardiovaskular pada lansia dengan DM.

Selain hal-hal di atas, berhentilah merokok jika Anda merokok serta mulai berolahraga secara rutin. Namun sebelum memutuskan untuk berolahraga, pertimbangkan untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter mengenai olahraga yang cocok untuk Anda.(ADV)