Lahir Vakum Bisa Pengaruhi Kecerdasan Anak?

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 08 Des 2015, 11:34 WIB
Melahirkan dengan alat vakum bisa mengurangi kecerdasan anak, mitos atau fakta?
Lahir Vakum Bisa Pengaruhi Kecerdasan Anak?

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

KlikDokter.com - Proses melahirkan dengan alat vakum menjadi momok tersendiri bagi sebagian ibu hamil. Rumor yang beredar mengenai alat bantu vakum ini mencemaskan ibu hamil yang ingin melahirkan normal. Beberapa mengatakan bahwa melahirkan dengan alat vakum bisa mengurangi kecerdasan anak dan menghambat pertumbuhan otak.

Persalinan dengan alat vakum dipilih jika memang ada indikasi yang kuat untuk melakukan vakum. Dalam bertindak, seorang dokter selalu mempertimbangkan keselamatan ibu maupun bayi. Vakum dilakukan apabila persalinan sudah memasuki kala dua (kepala bayi sudah di bawah), namun kekuatan mengejan ibu kurang baik atau ibu menderita hipertensi atau pre-eklampsia, sehingga tidak boleh mengejan terlalu kuat.

Jika janin tidak segera dilahirkan, maka dikhawatirkan janin akan mengalami kekurangan oksigen akibat terlalu lama tertahan di jalan lahir. Vakum juga dikerjakan apabila terdapat kondisi yang disebut “gawat janin”, yakni denyut jantung janin lebih dari 160 kali per menit atau kurang dari 120 kali per menit, atau jika bayi sudah mengalami hipoksia (kekurangan oksigen).

Jadi, anggapan yang menyebutkan bahwa anak yang dilahirkan dengan alat vakum memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah adalah tidak benar. Kecerdasan pada anak dipengaruhi oleh banyak hal, meliputi faktor genetik, stimulasi, nutrisi, penyakit serta faktor lingkungan. Jika anak yang dilahirkan dengan vakum memiliki prestasi buruk, maka hal itu tidak berhubungan sama sekali dengan cara anak tersebut dilahirkan.