Mengajari Toilet Training pada Anak

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 08 Des 2015, 11:35 WIB
Mengajari toilet training pada anak memang gampang-gampang susah. Simak kiat-kiatnya di sini.
Mengajari Toilet Training pada Anak

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

KlikDokter.com - Mengajari toilet training merupakan cara untuk membimbing anak agar bisa mengontrol buang air – buang air kecil maupun buang air besar. Dengan mengajari toilet training, diharapkan anak mampu buang air di tempat yang telah ditentukan. Selain itu, mengajari toilet training dapat melatih anak untuk membersihkan kotorannya sendiri serta memakai kembali celananya.

Mengajari toilet training pada anak memang gampang-gampang susah. Meski demikian, orangtua tetap harus mengajari toilet training pada waktu yang tepat. Untuk mengajari toilet training, Anda bisa memulainya saat anak berumur 1 sampai 3 tahun.

Sebelum mengajari toilet training pada anak, pastikan bahwa anak sudah siap secara mental. Kesiapan anak Anda dapat dilihat dari beberapa faktor, baik secara usia maupun kemampuan fisik dan kognitifnya. Melakukan toilet training pada anak harus dibarengi dengan pertimbangan, karena apabila usia anak terlalu kecil maka akan menimbulkan masalah, misalnya mengakibatkan kandung kemih yang belum kuat.

Di bawah usia 1 tahun, anak belum dapat mengontrol keinginan buang air, begitu pula dengan gerakan ususnya yang belum mendukung. Sedangkan memasuki usia dua tahun, anak sudah mulai dapat mengontrol keinginan buang air.

Berikut adalah beberapa tanda anak siap melakukan toilet training:

  • Anak tidak mengompol beberapa jam sehari, atau bila ia berhasil bangun tidur tanpa mengompol sedikitpun.
  • Waktu buang air anak sudah bisa diperkirakan.
  • Anak sudah bisa memberitahu bila celana atau popoknya telah basah.
  • Anak meminta untuk buang air di toilet sendiri.

Membiasakan anak untuk buang air, terutama buang air besar, di kloset atau pispot di kamar mandi akan membuat ia belajar. Seiring waktu, anak akan mengkomunikasikan dengan caranya apabila ia ingin buang air, misalnya gerakan tubuh (meminta digendong dari kursi makannya) yang disertai suara tertentu.

Yang terpenting, ketika anak sudah dapat buang air dengan benar, Anda dapat memberikan ungkapan yang membuatnya bahagia. Jangan memarahi anak saat salah, karena hal tersebut malah bisa membuatnya sering buang air di celana.