Disfungsi Ereksi dan Diabetes

Oleh dr. Muhammad Anwar Irzan pada 10 Feb 2016, 16:49 WIB
Disfungsi ereksi kerap terjadi pada pria yang memiliki diabetes. Sebenarnya, apa yang menyebabkan disfungsi ereksi yang terjadi pada pria dengan diabetes? Berikut info medisnya.
Disfungsi Ereksi dan Diabetes

Disfungsi ereksi kerap terjadi pada kebanyakan pria yang memiliki diabetes. Pria dengan diabetes cenderung untuk menderita disfungsi ereksi 10 sampai dengan 15 tahun lebih awal daripada pria tanpa diabetes.

Laki-laki dengan diabetes memiliki kesulitan untuk ereksi sekitar 35% sampai dengan 70% dari seluruh populasi laki-laki yang ada.

Sebenarnya, mengapa pria dengan diabetes memiliki kecenderungan disfungsi ereksi?

Penyebab disfungsi ereksi pada pria dengan diabetes melibatkan gangguan yang ada pada saraf, pembuluh darah, dan fungsi otot. Pasalnya, untuk dapat melakukan ereksi, seorang pria membutuhkan pembuluh darah yang sehat, saraf, hormon, dan keinginan untuk dirangsang secara seksual.

Diabetes dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol terjadinya ereksi. Oleh karena itu, walaupun Anda memiliki kadar hormon seks yang normal, dan Anda memiliki keinginan untuk melakukan hubungan seks, kemampuan ereksi Anda tidak dapat optimal.

Perawatan apa yang dapat dilakukan oleh pria dengan diabetes dan disfungsi ereksi?

Saat pria dengan diabetes mengalami kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi, mereka dapat melakukan terapi intracavernous injection.

Selain itu, mereka juga dapat menggunakan obat oral seperti sildenafil (revatio, viagra), tadalafil (adcirca, cialis), avanafil (stendra), atau vardenafil (levitra, staxyn). Namun, orang dengan diabetes cenderung memiliki masalah dengan jantung mereka sehingga obat-obatan tersebut tidak tepat untuk digunakan dan dapat menyebabkan interaksi berbahaya dengan beberapa obat jantung yang dikonsumsi.

Oleh karena itu, pengobatan terbaik bagi penderita diabetes yang memiliki disfungsi ereksi adalah tergantung pada banyak faktor, termasuk kesehatan dan kemampuannya untuk mentolerir berbagai jenis metode pengobatan.  Karenanya, bicarakanlah hal ini dengan dokter Anda untuk menentukan pengobatan yang terbaik untuk disfungsi ereksi karena diabetes yang Anda alami.