Amankah Minum Obat Pereda Nyeri Haid?

Oleh dr. Citra Roseno pada 11 Feb 2016, 11:26 WIB
Nyeri haid dikatakan dapat berkurang apabila kita mengonsumsi obat pereda nyeri. Karena itu, banyak sekali wanita mengonsumsi obat pereda nyeri saat haid. Namun, seberapa amankah obat pereda nyeri haid ini?
Amankah Minum Obat Pereda Nyeri Haid?

Nyeri haid atau dismenorea merupakan kram yang dirasakan sebelum atau selama periode haid. Tidak setiap wanita akan mengalami nyeri haid. Namun sebagian wanita mengalami nyeri haid hingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Nyeri haid dapat berupa rasa tidak nyaman hingga nyeri berat pada daerah perut bawah, punggung, pinggang, atau sekitar paha. Nyeri biasanya dimulai tepat sebelum atau pada hari pertama haid. Selain nyeri, keluhan lain seperti sakit kepala, diare, sulit buang air besar, mual, hingga pingsan juga pernah dilaporkan.

Nyeri haid sebetulnya disebabkan oleh kontraksi otot uterus yang berlangsung selama siklus menstruasi. Kontraksi ini dirangsang oleh hormon prostaglandin. Bila kontraksi terlalu kuat, ia dapat menekan pembuluh darah di sekitarnya dan menyebabkan hambatan aliran oksigen ke jaringan otot uterus. Akibatnya, timbullah rasa nyeri.

Penanganan Nyeri Haid

Apabila mengalami nyeri haid, terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi nyeri haid seperti:

  • Meletakkan kompres hangat pada bagian yang nyeri, atau mandi dengan air hangat.

  • Jika nyeri masih dirasakan dan sudah mengganggu aktivitas fisik sehari-hari, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran, umumnya mengandung paracetamol. Obat ini bekerja sebagai pereda nyeri umum dengan cara menghambat zat kimia di otak yang menghantarkan rasa nyeri. Jenis obat lain yang juga dapat digunakan adalah ibuprofen, yang bekerja dengan menghambat hormon prostaglandin yang bertanggung jawab pada timbulnya nyeri. Namun, penggunaan jangka lama ibuprofen tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan iritasi pada lapisan dinding lambung, sehingga harus diwaspadai pada penderita gangguan pencernaan.

  • Anda juga bisa memilih jenis obat yang mengandung ekstrak hiosiami. Ekstrak hiosiami sangat aman dan berkhasiat untuk menghilangkan mulas serta kram. Selain itu, ekstrak hiosiami tidak akan mempengaruhi rahim ataupun alat-alat reproduksi lainnya. 

Penggunaan obat pereda nyeri haid memang membantu meredakan gejala, namun jika nyeri tak kunjung hilang atau dirasakan memberat, maka dibutuhkan evaluasi akan adanya penyakit lain yang turut mendasari. Untuk itu, kunjungilah dokter untuk terapi yang lebih optimal.