Nyeri Haid dan Cara Mengatasinya

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 11 Feb 2016, 11:49 WIB
Nyeri haid merupakan rasa nyeri yang rutin dirasakan oleh wanita yang sedang haid. Bagaimana cara mengatasi nyeri haid ini? Berikut ulasannya.
Nyeri Haid dan Cara Mengatasinya

Terkadang, masa haid merupakan masa yang menyiksa bagi sebagian wanita yang merasakannya.

Pasalnya, saat nyeri haid terjadi terdapat keluhan yang sering dirasakan tidak nyaman bagi sebagian besar wanita menjelang atau saat haid tersebut terjadi, yaitu rasa kram perut yang tentunya sangat menganggu aktivitas sehari-hari.

Nyeri saat haid dalam istilah medis lebih dikenal dengan dismenorhea. Nyeri saat haid dapat terjadi diakibatkan oleh hormon prostaglandin yang dikeluarkan oleh otot-otot dinding rahim.

Prostaglandin menstimulasi otot rahim tersebut untuk berkontraksi, menyebabkan suplai darah ke rahim berhenti untuk beberapa saat dan meningkatkan sensitivitas ujung-ujung saraf nyeri sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri dan kram di perut.

Terdapat dua tipe dismenorhea, yaitu:

1. Dismenorhea primer

Dismenorhea primer merupakan sesuatu yang normal atau fisiologis (mekanisme tubuh/fisik). Nyeri kram perut dirasakan sebelum haid dan berlanjut di haid hari pertama sampai hari ketiga. Dismenorhea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat haid akibat dari hormon prostaglandin.

2. Dismenorhea sekunder

Dismenorhea sekunder ini biasanya baru timbul di kemudian hari setelah haid hari pertama. Dismenorhea sekunder ini dapat disebabkan oleh beberapa panyakit/kelainan di organ reproduksi yang disebabkan oleh:

  • Endometriosis

Endometrium adalah sebuah lapisan yang bertugas untuk melindungi rahim dan letaknya seharusnya berada di dalam rahim. Pada penyakit endometriosis, lapisan yang menyerupai endometrium tumbuh dan ditemukan di luar rahim, dan bereaksi terhadap siklus menstruasi. Namun, lapisan endometrium yang berada di luar rahim tidak memiliki jalan keluar untuk perdarahan yang dialaminya setiap bulan sehingga lapisan disekitarnya akan meradang dan membengkak sehingga menimbulkan nyeri haid yang hebat.

  • Stenosis Serviks

Stenosis serviks merupakan penyempitan leher rahim. Gangguan ini sering disebabkan oleh adanya jaringan parut.

  • Fibroid uterus

Fibroid uterus merupakan salah satu jenis tumor jinak, namun tidak berisiko menjadi kanker. Daging yang tumbuh inilah yang dapat menjadi penyebab kram perut. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini juga bisa menjadi ganas.

  • Pelvic Inflammatory disease (PID) atau radang panggul

Penyakit ini adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dimulai dari uterus dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya. Peradangan yang ditimbulkan oleh bakteri ini ditularkan secara seksual.

Berikut beberapa cara untuk mengurangi keluhan nyeri dan kram di perut saat haid yang dapat Anda lakukan:

  • Mengonsumsi obat antinyeri

Obat antinyeri yang disarankan untuk dikonsumsi adalah obat antinyeri yang memiliki kandungan parasetamol dan hyoscyami. Pasalnya, obat antinyeri yang mengandung kedua kandungan tersebut sangat efektif untuk membantu mengatasi rasa nyeri dan kram perut yang Anda alami saat haid.

  • Rutin melakukan olahraga

Wanita yang rutin melakukan olahraga terbukti dapat mengurangi nyeri saat haid. Dengan latihan fisik atau berolahraga secara teratur, peredaran darah Anda akan semakin lancar dan tubuh akan menghasilkan hormon endorphin yang dapat mengurangi rasa sakit

  • Konsumsi obat kontrasepsi

Penggunaan obat kontrasepsi ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri saat haid namun harus di bawah pengawasan dokter.

  • Kompres hangat

Saat nyeri haid terjadi, kompres hangat bisa menjadi solusi. Kompres bagian bawah perut dan pinggang dengan air hangat yang diisi di dalam botol atau wadah. Saat dikompres, otot-otot rahim yang berkontraksi dapat sedikit rileks sehingga dapat mengurangi rasa sakit.

Saat nyeri haid terjadi, selain melakukan beberapa cara di atas, Anda juga dapat melakukan beberapa cara lain, yakni:

  • Berendam air hangat
  • Istirahat cukup
  • Menghindari makanan yang mengandung tinggi garam dan kafein
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Pijat di bagian pinggang

Namun demikian, jika Anda sering mengalami kram perut dan nyeri yang dirasakan lama selama masa haid, sebaiknya segera melakukan konsultasi kepada dokter untuk memastikan apakah kram perut yang Anda rasakan merupakan hal yang normal terjadi saat haid atau terdapat penyakit yang mendasarinya.