Penanganan Vagina Kering Saat Menopause

Oleh dr. Muhammad Anwar Irzan pada 16 Feb 2016, 13:46 WIB
Berbagai perubahan dialami oleh wanita pada masa menopause, salah satunya adalah masalah vagina kering.
Penanganan Vagina Kering Saat Menopause

Kondisi vagina kering adalah hal yang umum terjadi pada wanita, bahkan alami. Ketika vagina terangsang, darah akan lebih banyak mengalir ke organ-organ panggul, menciptakan lebih banyak cairan pelumas vagina. T

api perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus menstruasi, penuaan, menopause, melahirkan, dan menyusui dapat mempengaruhi jumlah dan konsistensi dari proses lubrikasi tersebut.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi vagina kering saat menopause. Misalnya, pengobatan estrogen.

Estrogen tersedia dalam bentuk tablet kecil yang dimasukkan ke dalam vagina. Estrogen dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dan rasa sakit saat berhubungan seks, memperbaiki pH vagina, serta mengatur bakteri.

Penggunaan cairan pelumas tambahan juga bisa menjadi solusi, terutama jika Anda tidak cocok dengan pengobatan estrogen. Namun sebaiknya Anda tidak sembarangan dalam memilih pelumas. Pilihlah pelumas berbasis air yang lebih nyaman, licin, tidak lengket, dan terasa alami.

Selain itu, Anda juga perlu mengubah pola hidup yang tidak sehat. Rokok dan alkohol bisa merusak usaha Anda dalam memberikan pelumasan pada daerah vagina. Merokok terbukti memiliki efek menghambat peredaran darah. Sementara alkohol bersifat diuretik sehingga dapat membuat vagina kering.

Minum air putih secara cukup juga membantu menjaga lapisan mukosa basah, termasuk rongga vagina. Sehingga kekurangan air tidak hanya menyebabkan dehidrasi, tetapi juga kekeringan pada vagina.