Ini Untungnya Jika Anda Sering Ngobrol dengan Si Kecil

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 22 Feb 2016, 17:57 WIB
Seberapa seringkah Bunda/Ayah menyediakan waktu untuk sekadar mengobrol dengan Si Kecil?
Ini Untungnya Jika Anda Sering Ngobrol dengan Si Kecil

Komunikasi adalah suatu bentuk aktivitas mengirimkan informasi. Komunikasi dapat berbentuk verbal (ucapan) dan nonverbal (bahasa tubuh dan ekspresi wajah). Sangatlah penting bagi Bunda/Ayah untuk menjalani komunikasi yang baik dengan Si Kecil, karena hal tersebut akan mempengaruhi tumbuh kembangnya pada kemudian hari.

Manfaat Komunikasi

Sering berkomunikasi dengan Si Kecil, bercerita dari hati-ke hati atau hanya sekedar mengobrol, akan membawa banyak manfaat positif. Jika komunikasi baik, umumnya hubungan pun juga akan mesra. Lalu, apa saja manfaat yang bisa diperoleh dari sering mengobrol dengan Si Kecil?

  • Si Kecil dapat belajar bagaimana cara berkomunikasi yang baik dari Bunda/Ayah. Penelitian menemukan bahwa bayi yang sering diajak berbicara oleh orangtuanya akan mendapat rangsangan yang cukup, sehingga umumnya dapat lebih cepat berbicara.

  • Si Kecil dapat belajar tata bahasa yang sopan dari Bunda/Ayah, contohnya kata-kata sakti seperti “maaf”, “terima kasih”, dan “tolong”. Bunda/Ayah juga dapat mengajarkan komunikasi nonverbal kepada Si Kecil, seperti ekspresi muka yang ramah kepada lawan bicara, tersenyum, serta bahasa tubuh yang tepat. Pelajaran komunikasi yang baik dari Bunda/Ayah akan sangat bermanfaat bagi kehidupan Si Kecil kelak, baik dalam studi, pertemanan, hingga karier.

  • Komunikasi yang lancar dan berkesinambungan juga akan membuat Si Kecil merasa dihargai, disayangi, dan diperhatikan. Hal ini akan mendukungnya untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta percaya diri. Si Kecil yang terbiasa berkomunikasi juga cenderung menjadi anak yang lebih menurut dan mendengarkan orangtua.

Sebaliknya, jika Bunda/Ayah kurang menyediakan waktu untuk sekadar mengobrol atau bercengkerama dengan Si Kecil, ia akan merasa dirinya tidak penting, tidak diperhatikan, dan tidak disayang. Lambat laun, Si Kecil akan kehilangan rasa percaya kepada orang terdekatnya serta tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri.

Mulai dari Sekarang

Mulailah berkomunikasi dengan Si Kecil sedini mungkin. Walaupun ia belum mengerti apa yang Bunda/Ayah katakan, teruslah berbicara dan bercerita kepada Si Kecil.

Usahakan untuk selalu menyediakan waktu bagi Si Kecil. Si Kecil yang memasuki usia sekolah akan memiliki keingintahuan yang semakin besar. Artinya, Bunda/Ayah harus menyiapkan diri dan waktu untuk menjawab semua pertanyaannya dengan bijaksana. Jangan sampai ia merasa diacuhkan karena Bunda/Ayah terlalu sibuk dan tidak sempat meladeni pertanyaannya.

Bunda/Ayah juga dapat memberikan pujian atau terima kasih ketika Si Kecil berhasil melakukan suatu hal, seperti menghabiskan makanannya dengan rapi dan cepat, membantu mencuci piring di dapur, membereskan mainannya sendiri, meraih juara lomba menggambar di sekolah, dan lain-lain.

Ingatlah untuk selalu berkomunikasi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh Si Kecil. Selain berbicara, sangatlah penting bagi Bunda/Ayah untuk dapat benar-benar mendengarkannya. Tunjukkan bahwa Bunda/Ayah benar-benar tertarik dan memperhatikan apa yang ia bicarakan.

Untuk lebih mendukung, Bunda/Ayah juga dapat menggunakan bentuk komunikasi nonverbal seperti pelukan, senyuman, sentuhan, dan kontak mata.

Silahkan Tap "Tanya Dokter" Untuk Mengajukan Pertanyaan

Tanya Dokter