Jangan Garuk Daerah yang Terkena Infeksi Jamur!

Oleh dr. Dewi Ema Anindia pada 02 Mar 2016, 00:41 WIB
Menggaruk daerah yang terkena infeksi jamur merupakan suatu tindakan berbahaya untuk dilakukan. Mengapa demikian? Berikut penjelasan dr. Dewi Ema Anindia.
Jangan Garuk Daerah yang Terkena Infeksi Jamur!

Walaupun terasa sangat gatal, namun hindarilah untuk menggaruk kulit yang terkena infeksi jamur. Pasalnya, menggaruk kulit yang terkena infeksi jamur dapat menimbulkan infeksi sekunder pada kulit tersebut.

Pada dasarnya, jamur pada kulit bisa muncul pada beberapa area di tubuh. Infeksi jamur di kulit bisa muncul dalam bentuk panu (pitiriasis versikolor), tinea, misalnya tinea pedis, tinea kapitis, tinea kruris, ataupun kandidiasis.

Infeksi jamur di kulit biasanya muncul pada daerah yang lembap, hangat dan gelap, misalnya pada daerah telapak kaki, atau selangkangan, bahkan terkadang infeksi jamur dapat menyebar hingga daerah kepala.

Gejala umum infeksi jamur di kulit adalah gatal yang hebat, dan terkadang bisa muncul kulit yang bersisik. Munculnya luka pada kulit dan perubahan warna kulit menjadi gelap atau terang merupakan keluhan yang bisa berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Pada keadaan infeksi jamur yang gatal maka secara refleks kita akan mulai menggaruk daerah yang gatal tersebut. Saat kita menggaruk daerah yang gatal secara berlebihan maka risiko munculnya luka pada daerah tersebut akan muncul. Apabila hal ini terjadi maka risiko timbulnya infeksi sekunder juga akan semakin besar.

Infeksi sekunder adalah infeksi pada kulit yang muncul bersamaan dengan infeksi kulit yang sebelumnya sudah ada. Pada umumnya, infeksi sekunder disebabkan oleh karena menggaruk luka/infeksi yang sudah terjadi sebelumnya. Penyebab utama mengapa infeksi sekunder dapat terjadi adalah bakteri stafilokokus aureus.

Infeksi kulit yang dapat timbul karena infeksi sekunder ini bisa menyebabkan timbulnya komplikasi pada kulit dalam bentuk impegtigo, atau munculnya luka bernanah pada kulit hingga komplikasi dalam bentuk selulitis, atau infeksi pada kulit yang ditandai dengan kulit bengkak dan terasa panas hingga menyebabkan kulit sulit untuk digerakkan.

Oleh karena itu, sebaiknya saat Anda terinfeksi jamur dan merasa gatal, cobalah untuk menahan garukan. Namun, bila Anda tidak bisa menahan gatal yang ditimbulkan oleh infeksi jamur tersebut, janganlah menggaruk secara berlebihan.

Saat muncul keluhan gatal yang berlebihan, segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan apakah gatal tersebut karena jamur atau karena sebab lain. Apabila memang gatal tersebut akibat infeksi jamur, dokter biasanya akan memberikan obat antijamur untuk mengatasi masalah gatal karena infeksi jamur pada kulit Anda.

Namun, apabila memang ditemukan terdapat infeksi sekunder maka dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk infeksi bakteri. Selain menggunakan obat-obatan untuk mengatasi masalah infeksi jamur pada diri Anda, Anda juga harus melakukan pola hidup sehat.