Bolehkah Pasien Diabetes Dicabut Giginya?

Oleh drg. Arni Maharani pada 11 Mar 2016, 10:24 WIB
Pasien diabetes harus memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan prosedur cabut gigi. Jika kurang hati-hati, maka akan memperberat infeksi pascapencabutan.
Bolehkah Pasien Diabetes Dicabut Giginya?

Gigi merupakan bagian dari rongga mulut yang mempunyai peranan sangat penting bagi manusia. Selain berfungsi untuk mengunyah dan berbicara, gigi juga sangat berpengaruh terhadap estetika dan penampilan seseorang sehingga sebisa mungkin kita harus menjaga kebersihan dan kesehatannya.

Namun pada beberapa kondisi, gigi harus dicabut agar tidak membahayakan kesehatan rongga mulut dan tubuh, seperti gigi yang dapat menyebabkan infeksi.

Pencabutan gigi ini tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada berbagai kontraindikasi yang bisa terjadi, terutama pada pasien diabetes yang tidak terkontrol.

Cabut Gigi pada Pasien Diabetes

Pencabutan gigi pada pasien diabetes bisa dikatakan cukup kompleks, karena berhubungan dengan komplikasi serta tipe diabetes yang diidap. Meski demikian, pasien diabetes yang terkontrol dapat diobati oleh dokter gigi dengan cara yang sama dengan pasien yang tidak mengidap diabetes.

Tindakan pencabutan gigi dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari, dengan catatan pasien harus sarapan terlebih dahulu. Melakukan kontrol pada pagi hari direkomendasikan, karena pada waktu ini kortisol mencapai kadar tertinggi dan memberikan kadar gula darah yang terbaik.

Setelah prosedur pencabutan gigi, turunnya kadar gula darah sering dilaporkan terjadi dan ini ditandai dengan:

  • Berkeringat.
  • Timbulnya rasa lapar.
  • Perubahan mood.
  • Jantung berdebar.
  • Gangguan mental.

Pada pasien diabetes dengan kondisi yang tidak terkontrol, tindakan yang diprioritaskan untuk dilakukan oleh dokter gigi adalah yang terkait dengan infeksi akut. Bila pencabutan dilakukan pada pasien diabetes tidak terkontrol, maka akan rentan mengalami infeksi pada luka pencabutan gigi dan bisa meluas ke jaringan sekitarnya.