Cara Melindungi Anak dari Sengatan Listrik

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 16 Mar 2016, 12:47 WIB
Sengatan listrik sangatlah berbahaya, karena selain dapat menimbulkan luka bakar, hal tersebut juga dapat menyebabkan kematian. Berikut cara melindungi anak dari sengatan listrik oleh dr. Kartika Mayasari.
Cara Melindungi Anak dari Sengatan Listrik

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

Sengatan listrik terjadi ketika seseorang berkontak dengan sumber energi listrik. Ketika seseorang tersengat listrik, energi listrik tersebut mengalir melalui beberapa bagian tubuh dan menyebabkan shock.

Saat seseorang tersengat listrik dengan daya yang rendah dan waktu yang sebentar, mungkin hal tersebut tidak akan menimbulkan dampak apapun. Namun pada beberapa kasus, sengatan listrik yang terjadi dapat mengakibatkan dampak yang parah, bahkan kematian bagi orang yang tersengat.

Sekitar 1.000 orang di Amerika Serikat meninggal setiap tahun akibat sengatan listrik. Sebagian besar kematian ini terkait dengan cedera akibat kelalaian saat bekerja. Paparan listrik tegangan tinggi, atau lebih besar dari 500 volt, memiliki potensi untuk mengakibatkan kerusakan yang serius.

Dan penting untuk Anda ingat, Jika Anda akan membantu seseorang yang telah terkena sengatan listrik bertegangan tinggi, Anda harus sangat berhati-hati agar Anda tidak menjadi korban kedua dari sengatan listrik yang menimpa orang yang hendak Anda tolong.

Biasanya, sengatan litstri yang terjadi pada anak-anak tidak menimbulkan dampak yang terlalu parah. Namun demikian, seseorang bisa terkena serangan jantung saat terkena sengatan listrik.

Luka bakar adalah dampak yang paling umum akibat sengatan listrik yang terjadi. Luka bakar biasanya terjadi pada titik tubuh yang berkontak langsung dengan sumber sengatan listrik, misalnya tangan, tumit, dan kepala. Selain luka bakar, luka lain yang mungkin bisa terjadi adalah cedera tulang belakang, sesak napas, nyeri dada, dan sakit perut. Nyeri akibat sengatan listrik pada tangan, kaki, ataupun pada bagian tubuh lain dapat menunjukkan adanya indikasi terjadinya patah tulang.

Begitu berat akibat yang bisa ditimbulkan karena sengatan listrik, maka perlu diketahui bagaimana cara yang tepat untuk melindungi anak dari sengatan listrik. Namun, langkah-langkah untuk mencegah cedera akibat sengatan listrik sangat tergantung pada usia orang yang terlibat.

Berikut penjelasannya:

  1. Untuk anak-anak yang lebih muda dari 12 tahun, sebagian besar cedera listrik disebabkan oleh kabel listrik. Karenanya, Anda harus melakukan beberapa hal berikut:
    • Periksa kabel listrik di dalam rumah Anda. Jangan gunakan lagi alat elektronik yang kabelnya sudah tidak memiliki pengaman (yang sudah terkelupas kabelnya, dan tampak kawatnya)
    • Jangan biarkan anak-anak bermain dengan kabel yang ada pada alat elektronik, misalnya pada hair dryer atau catokan yang sedang menempel pada stopkontak
    • Gunakan stopkontak yang memiliki tombol on/off agar Anda dapat mematikan/menyalakan peralatan yang terhubung ke stopkontak tersebut ketika anak-anak berada di sekitarnya. Atau, jika memang Anda tidak memiliki stopkontak yang demikian, Anda bisa menyembunyikan stopkontak yang Anda gunakan di belakang lemari yang tidak mudah dilihat ataupun dijangkau anak Anda.
    • Jauhkan sumber listrik dari air.
  2. Pada anak yang berusia lebih dari 12 tahun, sebagian besar cedera listrik adalah akibat dari menggunakan, ataupun berada di sekitar sumber listrik dengan daya tinggi. Oleh karena itu, jelaskan kepada anak Anda bahwa mereka harus sebisa mungkin menjauhkan dirinya dari tiang listrik, tidak bermain di dekat trafo (sumber listrik bertegangan tinggi), dan melewati rel kereta listrik ataupun tempat yang memiliki tegangan listrik tinggi lainnya, terutama saat hujan dan terjadi petir.

Oleh karena itu, penting bagi Anda sebagai orangtua untuk selalu menasihati dan menanamkan sifat waspada kepada anak agar risiko kemungkinan terjadinya cedera akibat sengatan listrik dapat berkurang.

Tanamkanlah kebiasaan untuk selalu mematikan stopkontak/sumber listrik setelah selesai digunakan, hindari penggunaan perangkat listrik di dekat air, dan tidak berdiri di atas genangan air ketika harus beraktivitas menggunakan perangkat listrik.

Namun ketika anak Anda sering menghabiskan banyak waktu di luar rumah, ajarkan kepada anak Anda untuk selalu berhati-hati saat hari sedang turun hujan, apalagi hujan yang disertai dengan petir. Saat kondisi tersebut terjadi, Anda dapat memberitahu anak Anda untuk segera berlindung di dalam bangunan yang kokoh. Selain itu, beritahu juga untuk sebisa mungkin menjauhi pohon.