Haruskah Anak Masuk Kelas Akselerasi?

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 16 Mar 2016, 12:51 WIB
Kelas akselerasi, atau dalam istilah umum dikenal sebagai “loncat” kelas, merupakan suatu kondisi percepatan dalam suatu jenjang pendidikan tertentu. Lalu, haruskah Anak masuk kelas akselerasi? Berikut pemaparan dr. Kartika Mayasari.
Haruskah Anak Masuk Kelas Akselerasi?

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

Kelas akselerasi, atau lebih dikenal dengan “loncat” kelas merupakan wadah pendidikan khusus bagi anak yang memiliki kelebihan dalam keahlian, minat dan bakatnya.

Yang perlu diingat adalah, kelas akselerasi ini diciptakan untuk anak yang mempunyai kelebihan-kelebihan tersebut. Program kelas akselerasi ini diisi oleh anak-anak yang yang mayoritas mempunyai IQ lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang lainnya.

Kelas akselerasi, atau  istilahnya “loncat” kelas, maksudnya adalah, jika normalnya seorang siswa memerlukan waktu 3 tahun untuk menyelesaikan sekolahnya, di kelas akselerasi tersebut siswa ini hanya memerlukan waktu 2 tahun saja untuk menyelesaikan sekolah di jenjangnya.

Walaupun hanya memerlukan waktu 2 tahun kualitas pengajaranpun tidak akan kalah bagusnya dengan sekolah yang membutuhkan waktu 3 tahun untuk menyelesaikannya.

Ada beberapa dampak, baik dampak positif dan dampak negatif, yang ditimbulkan karena “loncat” kelas ini, antara lain:

Dampak Positif Loncat Kelas

Kelas akselerasi ini memiliki tujuan untuk digunakan oleh anak yang mempunyai kelebihan dalam menerima pelajaran, mudah mengingat, serta mudah mengerti pelajaran.

Bagi anak yang normal memerlukan berkali-kali pengulangan untuk dapat benar-benar memahami suatu pelajaran. Namun, anak yang kecerdasannya di atas anak yang normal pada umumnya ini hanya memerlukan satu atau dua kali pengulangan untuk dapat benar-benar mengerti suatu pelajaran. Jadi, jika anak yang memiliki IQ dan kecerdasan di atas normal ini berada di kelas anak-anak yang normal, ia mungkin saja akan cepat merasa bosan dengan pelajaran di sekolah. Jika hal ini terjadi, hal ini bisa menyebabkan anak yang memiliki IQ di atas anak pada umumnya menjadi malas sekolah.

Dampak Negatif Loncat Kelas

Dampak negatif yang dapat ditimbulkan akibat “loncat” kelas ini, antara lain:

  1. Dengan adanya kelas akselerasi ini maka akan ada jarak antara anak kelas reguler dan anak kelas akselerasi. Siswa kelas reguler akan merasa jika dirinya mempunyai kemampuan yang biasa-biasa saja dibandingkan dengan siswa kelas akselerasi.
  2. Karena minder harus bersaing dengan siswa berkemampuan yang lebih tinggi di kelas akselerasi, siswa yang umumnya berada di kelas reguler ini akan berpikiran bawah dirinya akan semakin sulit untuk berprestasi.
  3. Dengan padatnya jadwal di sekolah, biasanya siswa yang berada di kelas akselerasi sudah tidak sempat lagi mempunyai kegiatan lain di luar sekolah karena pelajaran yang harusnya habis dalam waktu 3 tahun ia harus habiskan dalam waktu 2 tahun. Jadi, bisa Anda bayangkan bagaimana sibuknya kegiatan anak Anda bila berada di kelas akselerasi tersebut.

Lalu bagaimana mengatasi dampak yang dapat timbul tersebut? Untuk mengatasi adanya jarak antara anak kelas reguler dan anak kelas akselerasi, sebaiknya adakan beberapa kegiatan yang diikuti oleh kedua kelas tersebut secara rutin, seperti outbound, belajar bersama, atau acara makan bersama.

Dan penting bagi para orangtua untuk selalu mengerti akan kondisi anaknya. Jangan memaksakan kepada anak untuk harus masuk di kelas akselerasi jika memang anak tersebut di rasa kurang mampu.