Gatal di Selangkangan? Awas Celana Dalam Kotor!

Oleh Klikdokter pada 24 Mar 2016, 10:31 WIB
Jika Anda terbiasa memakai celana dalam berkali-kali atau lama tidak diganti, sederet penyakit kulit siap mengintai
Gatal di Selangkangan? Awas Celana Dalam Kotor!

Celana dalam yang kotor membawa ancaman kepada kesehatan selangkangan Anda. Jika Anda terbiasa memakai celana dalam berkali-kali atau lama tidak diganti, tidak pelak lagi sederet penyakit kulit siap mengintai siap mampir membuat Anda kewalahan.

Berbeda dengan pakaian lainnya, celana dalam justru bisa lebih kotor dibandingkan pakaian lainnya, sekalipun  tersimpan di lapisan dalam pakaian. Pasalnya suhu dan kelembaban yang ada membuat bakteri lebih mudah berkembang.

Lalu kalau pakaian dalam kotor dibiarkan akibatnya apa? Berikut beberapa kondisi yang paling umum bisa terjadi karena kebiasaan tidak mengganti celana dalam diantaranya adalah:

Kehadiran jamur dermatofita E.Floccosum, T. Rubrum, dan T. Mentagrophytes 
Mereka-mereka ini menyebabkan tinea kruris. Apa itu tinea kuris? Yang jelas tidak akan terdengar menyenangkan untuk selangkangan Anda. Biasanya mengenai daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi di kedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat, terlebih jika kondisi kulit berkeringat. Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. Bagian tengah menyembuh berupa daerah coklat kehitaman bersisik. Garukan terus-menerus dapat menimbulkan kondisi penebalan kulit.

Infeksi jamur candida
Serupa tak sama dengan sebelumnya, jamur candida juga menyebabkan luar biasa gatal. Bahkan untuk beberapa kasus muncul juga sensasi panas seperti terbakar dan basah. Sebetulnya jamur ini bisa muncul juga di tempat lain selain selangkangan Anda. Jamur ini sering juga muncul di daerah:

  1. Lipatan kulit; terutama ketiak, bagian bawah payudara, bagian pusat, lipat bokong, selangkangan, dan sela antar jari;
  2. Dapat juga mengenai daerah belakang telinga, lipatan kulit perut, dan glans penis (balanopostitis), sela jari tangan biasanya antara jari ketiga dan keempat, pada sela jari kaki antara jari keempat dan kelima.

Solusinya?

Solusinya adalah mencegah lebih baik daripada mengobati. Gantilah lebih sering celana dalam Anda. Iklim lembab dan panas di Indonesia memungkinkan jamur-jamur diatas tumbuh lebih subur di area-area kesayangan Anda tersebut. Mengganti celana dalam atau pakaian tidaklah cukup, Anda juga harus mencucinya dengan baik dan sempurna. Mencucinya dengan mesin cuci yang menawarkan fitur uap bersuhu tinggi bisa menjadi solusi antisipasi yang manjur.