Hubungan Antara Anoreksia dengan Osteoporosis

Oleh dr. Irma Rismayanty pada 13 Okt 2016, 12:00 WIB
Apa itu anoreksia? Mengapa anoreksia berkaitan dengan osteoporosis? Temukan jawabannya di sini.
Hubungan Antara Anoreksia dengan Osteoporosis

Anoreksia merupakan suatu ‘gangguan kejiwaan’ yang sering menyerang kaum remaja dan juga dewasa. Berdasarkan National Institute of Mental Health, sekitar 0.5-3.7% kejadian anoreksia menimpa wanita.

Anoreksia memberikan gejala ketakutan yang berlebihan akan berat badan. Hal ini berdampak pada hilangnya rasa ingin makan atau berkurangnya nafsu makan karena merasa bahwa dirinya sudah kelebihan berat badan meskipun tubuhnya sudah sangat kurus.

Penderita anoreksia akan berusaha semaksimal mungkin untuk membatasi asupan nutrisi, bisa dengan cara memuntahkan makanan yang telah dimakan, mengonsumsi diobati, anoreksia akan menyebabkan kematian karena kurangnya asupan nutrisi yang sangat diperlukan oleh tubuh.

Berkurangnya asupan nutrisi tersebutlah yang menyebabkan penderita anoreksia mengalami berbagai penyakit –seperti terganggunya keseimbangan hormon. Salah satu hormon yang terganggu adalah berkurangnya hormon estrogen –yang mana hormon ini sangat diperlukan untuk menajaga kepadatan tulang. Dengan kadar estrogen yang rendah, maka densitas tulang pun akan rendah sehingga osteoporosis sangat mudah untuk terjadi. Di samping itu, anoreksia juga menyebabkan produksi hormon kortisol meningkat yang berdampak pada berkurangnya kepadatan tulang.

Sebuah studi yang dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa 52% penderita anoreksia mengalami penurunan kepadatan tulang dan 35% penderita mengalami osteoporosis. Di samping itu, terjadi pula penurunan tingkat kepadatan tulang belakang dan tulang pinggul sebesar 2.5% pada orang dewasa. Studi tersebut juga menunjukan bahwa 30% penderita anoreksia memiliki kepadatan tulang dan mineral tulang yang lebih rendah, yang mana hal ini akan menyebabkan risiko terjadinya patah tulang.

Dengan demikian, penderita anoreksia sangat erat kaitannya dengan terjadinya osteoporosis akibat kurangnya asupan nutrisi. Untuk mengatasinya, bisa dilakukan pendekatan komprehensif dengan melibatkan dokter psikatri, psikolog, ahli gizi dan juga dukungan keluarga.

(NB)

Baca Juga: