Benarkah Vegetarian Rentan Terserang Osteoporosis?

Oleh dr. Irma Rismayanty pada 13 Okt 2016, 14:00 WIB
Banyak orang berpendapat bahwa vegetarian rentan terserang osteoporosis karena hanya mengonsumsi sayuran dan buah-buahansaja. Benarkah?
Benarkah Vegetarian Rentan Terserang Osteoporosis?

Saat ini, cukup banyak masyarakat Indonesia yang memilih untuk menjadi vegetarian. Jumlah vegetarian yang terdaftar pada Indonesia Vegetarian Society (IVS) meningkat menjadi 60.000 jiwa pada tahun 2007. Angka ini diyakinkan bukanlah jumlah yang sebenarnya, karena tidak semua vegetarian terdaftar menjadi anggota Indonesia Vegetarian Society (IVS).

Kebanyakan orang kemudian berpendapat bahwa vegetarian rentan terserang osteoporosis –suatu penyakit yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah sekali patah akibat densitas tulang yang rendah. Alasannya karena para vegetarian hanya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan saja. Benarkah?

Vegetarian dan Osteoporosis

Sebenarnya, faktor risiko terjadinya osteoporosis sangat bervariasi dan saling berhubungan satu dengan lainnya. Misalnya jenis kelamin, pertambahan usia, genetik, gaya hidup, konsumsi alkohol, aktivitas fisik yang kurang, dan tidak tercukupinya kebutuhan nutrisi. Nah, kebutuhan nutrisi inilah yang menjadi titik penting mengapa seorang vegetarian rentan terkena osteoporosis.

Perlu diketahui, mineral yang sering dikaitkan dengan osteoporosis adalah kalsium. Kurangnya asupan kalsium dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. Sumber kalsium memang terdapat pada protein hewani dan juga protein nabati. Seorang vegetarian tentunya sangat menghindari atau tidak sama sekali mengonsumsi sumber makanan hewani.

Oleh karena alasan di atas, vegetarian harus memilih sumber makanan nabati yang memiliki kadar kalsium tinggi agar tidak terjadi osteoporosis di kemudian hari. Beberapa sumber protein nabati yang mengandung kalsium tinggi ada pada sayuran yang memiliki warna hijau tua –seperti; bayam, brokoli, lobak, sawi hijau dan juga kedelai.

Kalsium pada protein hewani memiliki daya guna yang tinggi dan mudah diserap di dalam usus dibandingkan dengan kalsium pada protein nabati. Namun Anda tidak perlu berkecil hati. Seorang vegetarian bisa mendapatkan asupan kalsium dari suplemen agar kekurangan kalsium dapat tetap terpenuhi, sehingga risiko terjadinya osteoporosis akan berkurang atau bahkan tidaksama sekali.

Meskipun sudah memenuhi kebutuhan nutrisi, seorang vegetarian harus tetap menjaga diri dari faktor risiko osteoporosis lainnya dengan menerapkan pola hidup sehat –misalnya dengantidak mengonsumsi alkohol, menghindari rokok dan berolahraga secara rutin dan teratur.

(NB)

Baca Juga: