Inilah Mengapa Wanita Lebih Berisiko Alami Osteoporosis

Oleh dr. Irma Rismayanty pada 28 Okt 2016, 13:00 WIB
Tahukah Anda, osteoporosis lebih banyak menyerang wanita ketimbang pria? Kok bisa? Temukan jawabannya di sini.
Inilah Mengapa Wanita Lebih Berisiko Alami Osteoporosis

Apakah kerabat atau orang lanjut usia di sekitar Anda pernah mengalami kejadian patah tulang tanpa sebab yang jelas? Jika ya, kemungkinan besar orang tersebut menderita osteoporosis. Penyakit ini memang tergolong silent disease, di mana tidak terdapat gejala yang signifikan sehingga penderita cenderung tidak menyadarinya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, sekitar 200 juta orang menderita osteoporosis. Sebanyak 32,3% wanita dan 28,8% pria di atas usia 50 tahun menderita penyakit ini. Mengapa lebih banyak menyerang wanita? Ada beberapa hal yang menyebabkannya, antara lain:

  • Kadar hormon estrogen

Hormon estrogen dapat melindungi tulang. Pada wanita yang sudah menopause, kadar hormon ini dapat menurun drastis sehingga meningkatkan risiko osteoporosis. Ini terjadi karena kadar hormon estrogen yang rendah dapat memicu aktivitas osteoklas (sel penghancur tulang) yang lebih tinggi dibandingkan aktivitas osteoblast (sel pembentuk tulang), sehingga massa tulang akan berkurang.

  • Struktur tulang

Menurut penelitian, struktur tulang paha, tulang belakang, dan lengan pada wanita memiliki struktur ketebalan yang lebih rendah dibandingkan pria.

  • Bertambahnya Usia

Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi organ secara keseluruhan mengalami penurunan. Pada usia 75-85 tahun, wanita berisiko 2 kali lipat mengalami kehilangan tulang trabecular (jaringan tulang yang mengelilingi sumsum tulang)

  • Hamil

Bayi yang dikandung memerlukan kalsium untuk pembentukan organ pentingnya, termasuk tulang. Jika asupan kalsium pada ibu hamil kurang, maka kebutuhan kalsium untuk bayi akan diambil dari ibu.

  • Menyusui

Guna membantu proses pertumbuhan organ-organ, termasuk tulang, bayi membutuhkan ASI hingga berusia 2 tahun. Kondisi ini menyebabkan sang ibu membutuhkan kalsium yang lebih banyak dibandingkan wanita normal yang tidak menyusui. Karena jika, kebutuhan kalsium untuk bayi kurang, maka akan diambil dari kalsium yang ada pada tubuh sang ibu.

  • Diet rendah kalori

Wanita sering menjalani diet rendah kalori karena tidak ingin berat badannya meningkat. Hal ini turut meningkatkan risiko kurangnya asupan kalsium, vitamin D dan komponen penting lainnya sehingga akan berpengaruh pada kesehatan tulang.

Dengan mengetahui fakta bahwa wanita lebih berisiko mengalami osteoporosis ketimbang pria, mulai saat ini konsumsilahmakanan yang mengandung gizi seimbang, terutama kalsium dan vitamin D. Jangan lupa juga untuk berolahraga secara rutin dan teratur, agar Anda memiliki tulang yang sehat dan terbebas dari osteoporosis.

(NB/RH)

Baca Juga: