Mengatasi Nyeri Sendi, Kompres Hangat atau Dingin?

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 24 Nov 2016, 14:49 WIB
Mana yang lebih baik untuk mengatasi nyeri sendi, kompres hangat atau dingin? Temukan jawabannya di sini.
Mengatasi Nyeri Sendi, Kompres Hangat atau Dingin?

Pak Amir, seorang pria berusia 65 tahun, kerap mengalami keluhan nyeri sendi. Ia telah berobat ke beberapa dokter.

Sebagian dokter menyarankannya untuk melakukan kompres hangat pada daerah sendi yang nyeri. Sementara sebagian dokter lainnya menyarankan untuk menggunakan kompres dingin.

Hal ini membuatnya bingung. Sebenarnya, kompres mana yang lebih baik untuk mengatasi keluhan nyeri sendi?

Nyeri sendi merupakan suatu keluhan yang sering terjadi, terutama pada orang yang sudah lanjut usia. Pada dasarnya,keluhan ini disebabkan oleh berbagai hal. –seperti pengapuran sendi (osteoartritis), penyakit rematik (rheumatoid arthritis), artritis asam urat (gout arthritis), dan artritis akibat infeksi (septic arthritis).

Secara garis besar, ada dua jenis terapi yang perlu dilakukan oleh para penderita nyeri sendi. Pertama, terapi menggunakan obat dan yang kedua adalah terapi tanpa obat.

Kompres merupakan salah satu terapi tanpa obat yang kerap disarankan oleh dokter pada penderita nyeri sendi. Namun hingga saat ini masih terdapat kontroversi mengenai jenis kompres terbaik. Sebagian dokter menyarankan kompres dingin sementara sebagian lainnya menyarankan kompres hangat.

Pada dasarnya, baik kompres hangat maupun kompres dingin bermanfaat untuk mengurangi nyeri sendi. Hanya saja, tujuan penggunaan kompres tersebut berbeda.

Kompres dingin lebih tepat digunakan pada sendi dengan tanda peradangan –seperti merah dan bengkak. Sementara kompres hangat lebih tepat digunakan pada penderita nyeri sendi tanpa gejala peradangan.

Jika Anda mengalami nyeri sendi yang disertai gejala peradangan –seperti pada penyakit rematik, artritis asam urat, dan artritis akibat infeksi, pilihlah kompres dingin untuk mengurangi gejala. Sementara itu, jika Anda mengalami nyeri sendi tanpa gejala peradangan –seperti pada pengapuran sendi, pilihlah kompres hangat untuk mengurangi gejalanya.

Sekarang Anda sudah mengetahui perbedaan manfaat kompres hangat dan kompres dingin untuk mengatasi nyeri sendi, bukan?

(NB/RH)

Baca Juga: