Jangan Salah, Anemia Berbeda dengan Tekanan Darah Rendah!

Oleh dr. Irma Rismayanty pada 23 Des 2016, 16:00 WIB
Tahukah Anda bahwa anemia dan tekanan darah rendah merupakan dua kondisi yang sangat berbeda? Cari tahu perbedaannya di sini.
Jangan Salah, Anemia Berbeda dengan Tekanan Darah Rendah!

Banyak orang yang menganggap bahwa anemia dan tekanan darah rendah adalah dua hal yang sama. Tidak bisa dimungkiri, keduanya memang dapat menyebabkan gejala yang hampir sama.

Beberapa gejala yang mungkin muncul –baik pada anemia maupun tekanan darah rendah adalah kepala pusing, lemas, pucat dan kunang-kunang. Tapi sebenarnya kedua kondisi ini sangat berbeda. Mulai dari penyebab, gejala, dan pengobatannya.

Anemia

Secara fungsional, anemia didefinisikan sebagai penurunan jumlah massa eritrosit (sel darah merah). Akibatnya sel darah merah tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen berjumlah cukup ke jaringan perifer.

Anemia sebenarnya bukan penyakit yang dapat berdiri sendiri. Melainkan kumpulan dari gejala berbagai macam penyakit. Dengan mengetahui penyebab yang mendasari anemia, maka pengobatan dapat dilakukan dengan lebih optimal.

Ada beberapa penyakit yang dapat memicu kondisi ini adalah:

  1. Gangguan pembentukan sel darah merah di sumsum tulang.
  2. Kehilangan darah.
  3. Proses penghancuran sel darah merah dalam tubuh sebelum waktunya.

Anemia memiliki gejala yang bervariasi. Namun yang paling umum terjadi adalah rasa lemah, letih, lesu, cepat lelah, telinga berdenging, mata kunang-kunang, dan kaki terasa dingin. Dari pemeriksaan fisik, dapat pula dijumpai pucat pada konjungtiva mata, mukosa mulut, telapak tangan dan jaringan bawah kuku.

Gejala spesifik dari masing-masing jenis anemia bisa berbeda-beda, yakni:

  • Anemia defisiensi besi: kesulitan menelan, penyusutan lidah, sariawan pada ujung bibir dan kuku sendok.
  • Anemia hemolitik: konjungtiva mata berwarna kekuningan, organ hati dan limpa membesar.
  • Anemia aplastik: perdarahan dan terdapat tanda-tanda infeksi.

Terapi atau pengobatan yang diberikan bergantung pada jenis anemia yang mendasari.

Tekanan Darah Rendah

Tekanan darah adalah tekanan yang timbul pada pembuluh darah arteri. Untuk mengetahuinya, dapat dilakukan pengukuruan menggunakan tensimeter.

Rata-rata tekanan darah normal adalah <=120/80 mmHg. Nah, seseorang bisa dikatakan mengalami tekanan darah rendah (hipotensi) jika memiliki angka tekanan darah di bawah 90/60 mmHg.

Tekanan darah rendah umumnya menimbulkan gejala pusing, sering menguap, penglihatan kunang-kunang setelah duduk lama atau berjalan jauh, keringat dingin, cepat lelah. Bahkan penderitanya bisa saja pingsan berulang.

Beberapa penyebab tekanan darah rendah adalah:

  • Kurangnya pompa darah dari jantung, yang disebabkan oleh kelainan atau penyakit jantung (gagal jantung) dan lainnya.
  • Berkurangnya jumlah volume darah akibat perdarahan hebat, atau dehidrasi akibat kurangnya cairan.
  • Pelebaran pembuluh darah akibat penggunaan obat-obatan hipertensi.
  • Gangguan hormonal, seperti hipotiroid, diabetes (hipoglikemia) dan lainnya.

 

Untuk membantu meningkatkan tekanan darah, yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Mengonsumsi makanan yang cukup mengandung garam.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh.
  • Olahraga yang memacu kerja otot dan jantung secara rutin dan teratur.

Sekarang Anda sudah tahu ‘kan perbedaan anemia dan tekanan darah rendah? Jadi, jika mengalami kondisi-kondisi di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter agar mendapat pengobatan yang sesuai.

(NB/RH)

Baca Juga: