Awas, Rematik Bisa Picu Penyakit Lain!

Oleh dr. Dina Kusumawardhani pada 18 Jan 2017, 15:00 WIB
Menurut mitos, rematik bisa memicu penyakit lain. Salah satunya adalah anemia. Apa kata medis terkait hal ini? Temukan jawabannya di sini.
Awas, Rematik Bisa Picu Penyakit Lain!

Dalam dunia kedokteran, rematik dikenal dengan sebutan Rheumatoid Arthritis (RA). Ini adalah penyakit autoimun, atau penyakit yang menyerang daya tahan tubuh sendiri. Rematik menyebabkan peradangan atau inflamasi kronik pada sendi, termasuk menyebabkan keluhan nyeri sendi pada penderitanya.

Anda mungkin tidak menyangka, ungkapan bahwa rematik bisa sebabkan anemia ternyata bukan mitos belaka. Ya, anemia merupakan salah satu gejala yang sering dihadapi oleh pasien rematik.

Penelitian menyebutkan bahwa gejala anemia muncul di hampir 60% pasien dengan penyakit rematik. Ini disebabkan oleh adanya keluhan mendasar, seperti lesu, lemah dan letih, yang sebenarnya dapat dijadikan pertanda bahwa pasien rematik tersebut mengalami anemia.

Seperti yang diketahui, anemia terjadi apabila kebutuhan sel darah merah tidak terpenuhi. Sel darah merah yang dimaksud adalah hemoglobin, yang bertugas mengedarkan oksiken ke seluruh tubuh.

Anemia terbagi menjadi beberapa jenis. Namun yang terjadi pada kasus rematik adalah anemia penyakit kronik.

Pada kasus rematik, anemia diperkirakan terjadi karena adanya peradangan pada organ tubuh. Ini karena penyakit rematik itu sendiri menyebabkan peradangan kronik pada sendi-sendi tubuh. Nah, peradangan tersebut melepaskan protein yang dapat memengaruhi penggunaan zat besi, dan pada akhirnya menurunkan hemoglobin atau sel darah merah.

Faktor lain yang menyebabkan penderita rematik terserang anemia adalah karena konsumsi obat-obatan penghilang nyeri. Obat ini turut memengaruhi mekanisme kehilangan darah dan menimbulkan iritasi serta perdarahan di lambung. Perdarahan ini memang sedikit. Namun apabila berlangsung lama dapat berujung pada anemia.

Diagnosis anemia ditegakkan melalui pemeriksaan darah. Dokter mungkin akan memberikan obat penambah darah atau transfusi darah bila kadar hemoglobin pasien terlalu rendah.

Pemberian obat lambung untuk menghilangkan efek samping perdarahan pada lambung juga mungkin diberikan. Di samping itu, dokter mungkin juga akan mengganti obat golongan NSAIDs dengan golongan DMARDs, di mana obat ini lebih aman untuk lambung.

Mulai saat ini, lebih berhati-hatilah bagi Anda penderita rematik. Pastikan penyakit yang ada saat ini tidak menimbulkan komplikasi berupa anemia. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami kondisi-kondisi yang disebutkan di atas.

(NB/RH)

Baca Juga: