Perut yang Terasa Panas? Apa Sebabnya?

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 27 Jan 2017, 16:00 WIB
Anda pernah merasakan perut yang terasa panas, bahkan terkadang naik hingga tenggorokan? Bila terjadi seperti demikian mungkin Anda mengalami salah satu dari kondisi medis ini!
Perut yang Terasa Panas? Apa Sebabnya?

Perut yang terasa panas atau sensasi terbakar dalam perut adalah gejala umum yang banyak dirasakan sebagian orang. Sensasi ini bisa dirasakan tiba-tiba –baik sehabis makan, beraktivitas, atau saat sedang stres. Kebanyakan orang, mengasosiasikan rasa panas di perut itu dengan sakit mag.

Pada dasarnya, sensasi ini merupakan mekanisme lambung untuk ‘mempertahankan diri’. Lambung merupakan sebuah kantung yang terletak antara esofagus dan usus. Organ tubuh yang satu ini bertugas untuk mencerna makanan dengan enzim dan asam agar makanan dapat diserap di usus.

Asam lambung, dalam produksi yang berlebih atau saat ada gangguan pada lapisan lambung, dapat mengakibatkan rasa sakit atau sensasi panas pada lambung. Ada berbagai macam kondisi yang dapat menjadi pemicunya. Berikut beberapa diantaranya:

  • Gastritis. Ini merupakan iritasi pada dinding lambung. Pada orang dengan kondisi gastritis, perut panas akan dirasakan terutama setelah makan atau saat dalam posisi rebahan.
  • GERD. Gastroesophageal Reflux Disease adalah kondisi dimana katup antara esofagus dan lambung tidak tertutup sempurna sehingga asam lambung dapat naik kembali ke esofagus dan tenggorokan.
  • Alergi makanan atau intoleransi. Reaksi yang muncul pada alergi memang bermacam-macam. Pada orang dengan alergi atau intoleransi makanan/ minuman tertentu, selain perut yang terasa panas juga dapat timbul rasa mual bahkan muntah.
  • Efek samping obat-obatan. Beberapa jenis obat memang memiliki efek samping mual, muntah, dan memicu rasa panas di perut karena dapat mengganggu keseimbangan dinding lambung. Pada penggunaan obat jangka panjang yang memiliki efek ini, biasanya pasien akan diberikan obat penyerta untuk mengurangi rasa tidak nyaman di perutnya.
  • Stres. Stres memengaruhi berbagai proses dalam tubuh, salah satunya memperlambat proses pencernaan. Hal ini menyebabkan asam lambung tertampung lebih lama di lambung, menimbullkan sensasi panas di perut dan meningkatkan resiko rusaknya dinding lambung serta terjadinya refluks hingga GERD.

Meskipun perut yang terasa panas tidak selalu berkaitan dengan mag, tak berarti Anda boleh meremehkannya. Untuk itu, hindari stres dengan cukup beristirahat dan berekreasi. Jangan lupa, makanlah teratur dengan menu bergizi yang seimbang dan berolahragalah agar tubuh menjadi lebih bugar.

(DA/ RH)

Baca Juga: