Awas, Minum Susu Berlebihan Sebabkan Osteoporosis!

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 09 Feb 2017, 14:31 WIB
Alih- alih menjaga kesehatan tulang, kelebihan porsi susu justru dapat membahayakan tulang dan menjadikannya mudah patah, lho!

Klikdokter.com, Jakarta Sudah bukan rahasia, susu adalah asupan tinggi kalsium yang bermanfaat untuk menjaga tulang tetap sehat dan kuat. Akan tetapi, studi pada British Medical Journal menunjukkan bahwa terlalu banyak minum susu justru dapat menyebabkan tulang keropos atau osteoporosis.

Studi yang dilakukan oleh Michaelson K. dkk tersebut melibatkan 61.433 orang wanita dan 45.339 pria. Selama 20 tahun pengamatan, dilakukan pendataan pada mereka yang meninggal dan mengalami patah tulang, terutama tulang panggul.

Hasilnya, pria maupun wanita yang terbiasa minum susu 3- 4 gelas per hari memiliki risiko kematian lebih besar. Pada wanita, minum susu berlebihan juga berkaitan dengan meningkatnya risiko patah tulang panggul.

Sebenarnya, bagaimana hal ini bisa terjadi? Ternyata, walaupun banyak mengandung kalsium, susu juga mengandung D-galaktosa.
Suatu percobaan pada hewan membuktikan bahwa konsumsi berlebih zat tersebut dalam jangka panjang dapat meningkatkan petanda stres oksidatif. Ini merupakan suatu radikal bebas yang akan merusak sel-sel dalam tubuh, termasuk sel tulang.

Tak hanya itu, D-galaktosa juga mengakibatkan peradangan pada organ-organ dalam tubuh. Kedua efek ini dapat mengancam kesehatan tulang dan menurunkan kepadatannya, menjadikannya lebih rapuh dan mudah patah.

Berita baiknya, produk olahan susu –seperti yoghurt dan keju– tidak memberikan dampak yang sama dengan susu. Pada keju dan yoghurt, terkandung laktosa dan galaktosa yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan susu yang belum diolah.

Selain rendah kandungan galaktosa, yoghurt juga mengandung probiotik yang kemungkinan berfungsi sebagai antioksidan dan antiradang, sehingga baik dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk tulang. Selain itu, konsumsi yoghurt juga dihubungkan dengan penurunan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Walaupun demikian, bukan berarti Anda harus menghindari susu sama sekali. Studi yang dilakukan oleh Michaelson K. dkk perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk dapat diambil kesimpulan. Harus diingat juga bahwa dampak buruk di atas hanya akan terjadi jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan.

Faktanya, konsumsi susu sejak muda terbukti mampu menjaga kepadatan tulang hingga lansia. Jadi, yang harus Anda lakukan adalah membatasi porsinya. Rekomendasi yang umum diberikan adalah 2- 3 gelas susu per hari.

Membatasi konsumsi susu sesuai dengan porsi yang dianjurkan akan memberi manfaat bagi tubuh. Anda pun tak perlu khawatir terkena osteoporosis di kemudian hari.


(NB/ RH)