Benarkah Donor Darah Sebabkan Kurang Darah?

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 10 Feb 2017, 13:10 WIB
Menurut sebagian orang, donor darah dapat sebabkan kondisi kurang darah. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Donor darah adalah kegiatan positif yang dilakukan untuk tujuan kemanusiaan. Di balik itu, konon kegiatan positif ini juga bisa sebabkan sang pendonor mengalami kurang darah. Apa iya demikian?

Perlu diketahui, donor darah adalah proses pengambilan darah dari satu orang, untuk nantinya ditransfusikan ke orang yang membutuhkan. Karena alasan ini, donor darah dituding dapat menyebabkan sang pendonor mengalami kurang darah atau anemia.

Faktanya, itu hanyalah mitos belaka. Pada dasarnya, tubuh manusia mengandung sekitar 5.000 mililiter darah. Di saat melakukan donor darah, petugas umumnya hanya mengambil sekitar 250 ml darah saja dari tubuh.

Jumlah tersebut sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah darah keseluruhan, bukan? Lagipula, setelah mengalami kehilangan sejumlah darah saat donor darah, sumsum tulang manusia –pabrik penghasil darah dalam tubuh– segera memproduksi sel-sel darah baru untuk menggantikan yang hilang.

Bahkan, donor darah justru memberikan manfaat. Studi membuktikan bahwa kebiasaan donor darah dapat menurunkan risiko serangan jantung, diabetes dan hipertensi. Tak hanya itu, radikal bebas dalam tubuh juga menjadi lebih rendah, risiko kanker paru dan saluran pencernaan pun menjadi lebih kecil.

Anda yang dalam kondisi sehat, serta berusia 17- 65 tahun, juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan positif lewat aksi donor darah. Sebab setiap tahun, Indonesia masih membutuhkan sekitar 500 ribu kantong darah untuk menolong pasien yang kritis.

Alih- alih menyebabkan kurang darah, donor darah justru mendatangkan banyak manfaat bagi kesehatan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, donor darah!

(NB/ RH)