Minuman Bersoda Picu Sakit Lambung, Mitos atau Fakta?

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 14 Feb 2017, 08:04 WIB
Sering merasakan nyeri di ulu hati pasca mengonsumsi minuman bersoda? Bisa jadi Anda sakit lambung.

Klikdokter.com, Jakarta Siapa yang tidak suka minum bersoda? Minuman ini yang sangat popular karena rasanya yang enak dan manis. Tapi hati-hati, ada bahaya yang mengintai di balik sensasi segar yang ditawarkannya. Salah satu bahaya itu adalah sakit lambung.

Selain urusan lambung dan pencernaan yang bisa rusak akibat kandungan dalam minuman bersoda, ada hal lain yang juga tak bisa diabaikan. Misalnya kandungan kalori yang tinggi dan sebenarnya sudah menjadi rahasia umum.

Tapi daftar hitam mengenai minuman bersoda tak berhenti sampai di situ. Berikut ini beberapa penyakit yang bisa timbul dari minuman bersoda:

Perut kembung

Perut kembung memang bukanlah gejala yang mematikan. Namun kondisi ini tentu terasa tidak menyenangkan bagi orang yang mengalaminya. Perut kembung memberikan rasa penuh di perut, keinginan untuk mengeluarkan gas tersebut dengan sendawa atau buang gas serta nyeri jika perut disentuh.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, soda adalah minuman yang mengandung gelembung udara. Soda memberikan gas dua kali lebih banyak dari minum air putih. Sebenarnya gas pasti ada dan normal di sistem pencernaan Anda, namun jika berlebihan dapat memberikan gejala perut kembung.

Asam lambung naik

Pada beberapa kasus, minum soda dapat mengiritasi lambung hingga ke kerongkongan. Arus balik asam lambung ini disebut dengan penyakit asam lambung naik atau Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD.

Hal ini terjadi karena sfingter esofagus (kerongkongan) bagian bawah tidak tertutup atau terbuka secara bergantian. Sehingga asam lambung yang seharusnya hanya ada di lambung bisa naik hingga ke kerongkongan bahkan ke mulut.

Anda mungkin bertanya- tanya, apa itu sfingter esofagus? Sfingter esophagus merupakan jaringan otot berbentuk seperti cincin yang seharusnya bekerja sebagai katup agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan.

Konsumsi soda dalam jumlah banyak dapat menyebabkan asam fosfat –bahan utama soda, merusak lambung dan lapisan kerongkongan. Kerusakan jangka panjang dapat meningkatkan risiko peyakit esofagus bahkan kanker.

Ulkus Peptikum

Ulkus peptikum dapat terjadi karena asam lambung merusak dan mengikis lapisan dalam lambung, kerongkongan bahkan usus. Luka ini biasanya berdarah dan menyebabkan komplikasi yang cukup serius.

Gejala ulkus peptikum meliputi nyeri ulu hati atau perut, muntah darah, BAB hitam, dan turun berat badan tanpa sebab jelas. Menurut University of Maryland Medical Center, minuman bersoda dapat mengiritasi ulkus peptikum karena tinggi akan asam.

Jika memiliki riwayat penyakit lambung ditambah sering merasakan nyeri di ulu hati setelah mengonsumsi minuman bersoda, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut. Sayangilah tubuh Anda serta terapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit lambung!

(DA/ RH)