Mitos vs Fakta Tentang Ketidaksuburan Pria: Terungkap!

Oleh dr. Nadia Octavia pada 03 Feb 2017, 10:58 WIB
Benarkah masturbasi terlalu banyak menyebabkan kemandulan? Jawabannya adalah benar. Simak disini penjelasan dr. Nadia Octavia mengenai anggapan-anggapan yang beredar di masyarakat mengenai kesuburan pria disini.
Mitos vs Fakta Tentang Ketidaksuburan Pria: Terungkap!

KlikDokter.com - Ketidaksuburan atau infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk memiliki keturunan setelah melakukan hubungan seksual selama 1 tahun tanpa kontrasepsi atau pengaman. Meskipun pada masyrakat kita, seringkali wanita menjadi pihak yang disalahkan, namun nyatanya pria juga dapat mengalaminya.

Ketidaksuburan pada pria dapat berupa jumlah sperma yang sedikit, pergerakan sperma yang lambat, bentuk sperma yang tidak normal ataupun gangguan dari saluran reproduksi nya. 

Mitos 1: Pria lebih baik menggunakan boxer ketimbang celana dalam

Hal ini mungkin saja didasari pada keyakinan bahwa pakaian dalam yang lebih ketat dapat membuat suhu yang tinggi pada testis sehingga tidak baik untuk produksi sperma. Namun pada suatu studi yang membandingkan antara temperatur buah zakar pada pria yang menggunakan boxer dan celana dalam, tidak terdapat perbedaan yang signifikan di antara keduanya, terlebih bahwa mengenakan boxer dapat meningkatkan produksi sperma

Memang betul bahwa peningkatan suhu buah zakar dapat mempengaruhi kualitas sperma, tetapi belum jelas apakah ada hubungannya dengan pakaian dalam yang terlalu ketat.

1 of 5

Mitos 2: Usia pria tidak ada hubungannya dengan kesuburannya

kesuburan priaMungkin Anda sering mendengar bahwa ada kakek berusia 60 tahun masih dapat menghamili seorang gadis, sehingga kesuburan seorang pria tidak berpengaruh pada usianya.

Namun faktanya adalah jumlah dan kualitas sperma akan mulai menurun ketika seorang pria menginjak usia 40 tahun. Penurunannya sendiri berlangsung lambat dan bertahap. Namum hal ini dapat diperburuk jika pria tersebut memiliki infeksi saluran kencing atau varikokel. 

Suatu studi menyebutkan bahwa pria juga memiliki usia biologis, yaitu berkisar antara usia 40 tahun.

Sama halnya seperti wanita, pria juga mengalami perubahan pada tubuh dan sistem reproduksinya seiring dengan usia. Walaupun produksi sperma tidak berhenti, tetapi produksi dan struktur transport sperma dapat melemah seiring dengan waktu.

2 of 5

Mitos 3: Diet dan peningkatan berat badan mempengaruhi kesuburan pria

gemuk, spermaHal ini betul. Obesitas dapat menurunkan kadar hormon pada pria dan dapat mengakibatkan timbulnya penyakit seperti diabetes dan hipotiroid yang bisa berujung pada gangguan produksi sperma dan azoospermia, yaitu tidak adanya sperma pada cairan semen.

Diet yang kaya akan ikan, ayam, buah dan sayuran dapat membantu meningkatkan pergerakan sperma. 

Pria muda yang mengalami obesitas mungkin memiliki jumlah sperma lebih rendah dari rekan-rekan mereka yang memiliki berat badan normal. Temuan ini dilaporkan dalam jurnalFertility and Sterility, menambah bukti bahwa obesitas terkait dengan kualitas sperma yang relatif rendah.

Sejumlah studi terbaru menemukan bahwa dibandingkan dengan laki-laki lebih ramping, pria gemuk cenderung memiliki jumlah sperma lebih rendah, lebih sedikit sperma yang bergerak cepat dan lebih sedikit sperma motil progresif, yang mengacu pada sperma yang berenang maju dalam garis lurus daripada bergerak tanpa tujuan.

3 of 5

Mitos 4: Sering melakukan masturbasi dapat menurunkan jumlah sperma

Betul sekali, masturbasi yang terlalu sering dapat menurunkan jumlah sperma dan kualitasnya. Sehingga jika Anda ingin berhubungan seksual sebaiknya diselang 2-3 hari untuk meningkatkan kualitas spermanya.

Selain itu, masturbasi pada pria dapat menimbulkan efek munculnya kebiasaan melakukan masturbasi, yang tidak lain dapat cenderung menimbulkan masalah psikis dimana timbul pikiran terus-menerus untuk melakukan masturbasi. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. 

Layaknya hal lain, sesuatu yang berlebihan tidaklah baik. Seseorang dengan kebiasaan terlalu sering masturbasi dapat mengalami:

  • perubahan pola tidur,
  • stres,
  • ansietas (kecemasan/panik),
  • lemas,
  • kurangnya konsentrasi yang pada akhirnya dapat juga menyebabkan disfungsi ereksi dan impotensi (karena faktor psikologis tersebut).
4 of 5

Mitos 5: Mengonsumsi suplemen tertentu dapat meningkatkan kesuburan pria

Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa mengonsumsi suplemen tertentu dapat meningkatkan kualitas dan produksi sperma. Walaupun pada beberapa penelitian ada yang menganjurkan agar mengonsumsi:

  • L-carnitine,
  • L-arginine,
  • zinc,
  • vitamin D,
  • vitamin E,
  • selenium,
  • coenzyme Q10
  • dan asam folat dapat meningkatkan produksi sperma, namun belum bisa dibuktikan. 
Lanjutkan Membaca ↓