Amankah Binatang Peliharaan untuk Anak Saya?

Oleh dr. Citra Roseno pada 03 Feb 2017, 10:58 WIB
Apakah benar bahwa hewan peliharaan dapat meningkatkan kesehatan anak-anak? Atau sebaliknya? Simak disini selengkapnya bersama dr. Citra Roseno.
Amankah Binatang Peliharaan untuk Anak Saya?

KlikDokter.com – Memelihara hewan di rumah bermanfaat besar untuk anak. Karena anak memiliki kesempatan untuk belajar bertanggung jawab dan menanam empati. Namun, sebelum memutuskan untuk membawa hewan peliharaan ke rumah, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Apakah benar bahwa hewan peliharaan dapat meningkatkan kesehatan anak-anak? 

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tinggal di rumah yang ada anjingnya, diketahui 44 persen lebih rendah berisiko infeksi telinga dan 29 persen lebih rendah memerlukan konsumsi antibiotik, dibandingkan mereka yang tidak memelihara hewan.

Dapatkah hewan peliharaan menyebabkan penyakit? Berikut penjelasannya:

1 of 4

Dapatkah hewan peliharaan menyebabkan penyakit?

peliharaan, binatangYa, hewan peliharaan berpotensi menularkan penyakit.

Hewan-hewan yang membawa bakteri salmonella melalui kotorannya, di antaranya anak ayam, bebek, reptil (kadal, ular, dan kura-kura), amfibi (katak dan salamander), serta ikan.

Jika Anda memiliki anak balita, Anda harus menghindari memelihara hewan-hewan tersebut.

Anda pun harus selalu mengingatkan anak untuk mencuci tangan setelah ia berinteraksi dengan hewan peliharaan. 

2 of 4

Saya ingin memelihara hewan untuk anak saya.Apa yang harus saya pertimbangkan?

Tunggu sampai anak cukup bertanggung jawab untuk membantu merawat dan menangani hewan peliharaan dengan baik. Biasanya, anak-anak berusia lima atau enam tahun sudah memiliki kapasitas untuk melakukannya. Gunakan tip-tip berikut ini untuk memastikan anak tetap sehat dan aman: 

  1. Ajarkan anak bagaimana mendekati hewan peliharaan dan kapan harus memberi mereka ruang, misalnya ketika mereka makan, minum, atau tidur. 
  2. Pastikan anak memperlakukan hewan peliharaan dengan lembut dan ramah. Jangan melakukan hal-hal yang dapat membuat hewan terprovokasi untuk menggigit atau mencakar.
  3. Jangan biarkan anak sendirian dengan hewan.
  4. Ingatkan anak untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaan, terutama sebelum makan dan minum. 
  5. Berikan vaksinasi kepada hewan peliharaan, terutama kucing dan anjing.

Gigitan anjing dan kucing bisa sangat berbahaya. Jika anak digigit dan menimbulkan luka darah, segeralah periksa ke dokter. 

3 of 4

Anak saya memiliki alergi, tapi ia ingin memelihara hewan di rumah. Bagaimana solusinya?

Jika anak Anda atau anggota keluarga yang lain alergi terhadap hewan atau memiliki asma, Anda mungkin harus menghindari hewan-hewan berbulu. Namun, bila Anda tetap ingin memelihara hewan berbulu, ada beberapa strategi untuk membantu meringankan gejala alergi:

  • Tempatkan hewan peliharaan di luar
  • Pastikan hewan peliharaan berada di luar kamar tidur anak
  • Mandikan hewan peliharaan seminggu sekali
  • Bersihkan rumah sesering mungkin untuk menghilangkan bulu hewan peliharaan
Lanjutkan Membaca ↓