Penyebab Nyeri Sendi di Usia Muda

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 03 Apr 2017, 15:21 WIB
Label penyakit nyeri sendi telah sejak lama disematkan pada kaum lanjut usia. Padahal, penyakit ini juga bisa terjadi pada usia muda.
Penyebab Nyeri Sendi di Usia Muda

Klikdokter.com, Jakarta Dunia medis mencatat bahwa nyeri sendi tak selalu didominasi oleh para lansia. Beberapa penyakit nyeri sendi justru bisa dialami oleh usia muda. Dari beberapa penyakit tersebut, yang paling sering ditemukan pada usia muda adalah reumatoid artritis.

Tak hanya sekedar usia muda, reumatoid artritis kebanyakan menyerang wanita usia muda yang masih produktif. Namun, angka kejadian penyakit ini memang tidak sefantastis osteoartitis (penyakit rematik yang biasa diderita oleh lansia), yaitu sekitar 1% di seluruh dunia.

Reumatoid artritis itu sendiri merupakan penyakit autoimun.Artinya, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dengan menyerang kuman penyebab penyakit justru berbalik menyerang dan merusak sel tubuh sendiri.

Dalam hal ini, serangan autoimun ditujukan pada sendi. Sendi yang terkena adalah sendi-sendi kecil, seperti jari-jari tangan dan kaki. Penyakit autoimun ini pun umumnya mengenai kedua sisi tubuh (kanan dan kiri).

Sebagai gejala awal, penyakit ini menimbulkan tanda seperti nyeri dan kaku sendi yang seringkali timbul di pagi hari saat bangun tidur. Selain itu, sendi pun dapat menjadi bengkak.

Seringkali nyeri dan kaku yang dikeluhkan sangat berat, hingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tak heran kalau penyakit nyeri sendi ini disebut-sebut dapat berpotensi mengganggu produktivitas orang usia muda.

Jika penyakit memburuk, dapat terjadi perubahan bentuk yang tidak dapat disembuhkan lagi pada jari yang terkena. Selain itu, juga dapat timbul gejala di luar sendi–seperti kelainan pada jantung dan paru.

Hingga saat ini sebenarnya belum ditemukan obat yang benar-benar dapat mengatasi penyakit ini. Namun beberapa pengobatandapat bekerja untuk memperlambat dan mengontrol penyakit reumatoid artritis agar tidak bertambah parah.

Dengan pesatnya perkembangan ilmu kedokteran, mari berharap agar obat untuk penyakit reumatoid artritis ini segera ditemukan. Bila kondisi ini tak terhindarkan, berkonsultasilah pada dokter agar tak salah langkah.

(RH)