Benarkah Pisang Kurang Baik untuk Sarapan?

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 04 Mei 2017, 11:05 WIB
Pisang memang bergizi dan memberikan energi kilat. Tapi, apa benar buah ini kurang baik untuk sarapan?
Benarkah Pisang Kurang Baik untuk Sarapan?

Klikdokter.com, Jakarta Selain nikmat, pisang juga praktis untuk dikonsumsi. Buru-buru pergi kuliah atau ke kantor? Tinggal masukkan pisang ke dalam tas, kupas, dan bisa dimakan di perjalanan.

Bonusnya lagi, pisang mengandung gizi yang baik untuk kesehatan. Sebut saja potasium, magnesium, dan serat.

Namun, ada yang bilang kalau pisang kurang baik untuk sarapan. Benarkah demikian?

Menurut Dr. Daryl Gioffre, seorang ahli gizi, mengonsumsi pisang untuk sarapan tanpa tambahan makanan lainnya dapat merugikan. Ini dikarenakan pisang memiliki kadar gula yang cukup tinggi, yakni 25%.

Gula murni tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat. Akibatnya, Anda akan cepat lapar kembali sebelum jam makan siang tiba.

Jika lapar sebelum waktunya, Anda akan tergoda untuk ngemil atau kalap saat makan siang. Kalori yang berlebih, tentunya tidak baik untuk program diet Anda.

Selain itu, pisang juga bersifat asam. Asam yang berlebihan tanpa diimbangi jenis makanan lain tidaklah baik bagi pencernaan.

Jadi, apakah ini artinya Anda tidak boleh lagi makan pisang untuk sarapan? Tenang saja, Anda masih dapat melakukannya dengan satu syarat: hindari menyantap pisang sendirian sebagai menu tunggal sarapan.


Kombinasikan pisang dengan jenis makanan lainnya. Misalnya, menjadikan pisang sebagai pelengkap yoghurt atau oatmeal. Atau mengoleskan selai kacang pada pisang.

Mungkin Anda punya ide menarik lain untuk memadukan pisang dengan menu lain? Silakan saja!

[RS]