Kencing Manis Gara-Gara Kolesterol Tinggi, Kok Bisa?

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc pada 17 Mei 2017, 09:48 WIB
Kolesterol tinggi sering dikaitkan dengan berbagai hal, salah satunya adalah diabetes. Benarkah ada kaitan di antara keduanya?
Kencing Manis Gara-Gara Kolesterol Tinggi, Kok Bisa?

Klikdokter.com, Jakarta Kolesterol merupakan istilah untuk menjelaskan sekelompok jenis lemak yang disebut lipoprotein, yang merupakan bagian dari metabolisme tubuh. Secara umum, kolesterol memegang peranan penting bagi kesehatan tubuh.

Bila kadar dari beberapa jenis kolesterol tertentu melebihi batas normal, kesehatan dapat terkena dapat buruk. Lalu, benarkah ada hubungan antara diabetes dan kolesterol?

Menurut American Heart Association, diabetes cenderung dapat menurunkan kadar high-density lipoprotein (HDL), serta meningkatkan trigliserida dan low-density lipoprotein (LDL). Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Hal ini juga dikenal dengan istilah dislipidemia diabetik. Artinya, profil lipoprotein berubah menjadi tidak normal pada seseorang yang mengalami diabetes.

Hal ini bisa menjadi kombinasi yang berbahaya. Sebab dengan adanya diabetes dan kadar kolesterol yang melebihi batas normal, risiko seseorang mengalami berbagai kondisi kesehatan lainnya pun meningkat.

Perlu diketahui, dalam pemeriksaan kolesterol atau profil lipoprotein, ada tiga hal yang diperiksa, yakni LDL, HDL, dan trigliserida. Semakin tinggi kadar LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, semakin tinggi pula risiko seseorang untuk terkena penyakit jantung, stroke, dan sebagainya.

Sebaliknya, semakin rendah kadar HDL (kolesterol baik) maka semakin tinggi kemungkinan timbulnya masalah kesehatan.

Penelitian lain juga menunjukkan kaitan antara resistensi insulin, yang merupakan tahapan sebelum timbulnya diabetes tipe 2, dengan dislipidemia diabetik. Sebagai tambahan, peningkatan kadar kolesterol juga dapat timbul sebelum seseorang terdiagnosis diabetes.

Lantas bagaimana cara mencegahnya? Bila Anda menderita diabetes, periksa kadar kolesterol atau profil lipoprotein secara berkala.

Diskusikan hasil pemeriksaan tersebut dengan tenaga kesehatan agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang sesuai. Bila hasilnya melebihi batas normal, Anda dapat mencegah kemungkinan komplikasi yang timbul.

[BA/ RH]