Terlalu Banyak Makan Gula Bikin Anak Hiperaktif?

Oleh dr. Caessar Pronocitro M.Sc Sp.A pada 09 Jun 2017, 10:45 WIB
Saat anak hiperaktif, orangtua dengan cepat akan menyalahkan gula. Namun, apakah benar ini salah “yang manis-manis”?
Terlalu Banyak Makan Gula Bikin Anak Hiperaktif?

Klikdokter.com, Jakarta Anda tentunya sering mendengar istilah anak hiperaktif. Apa sebenarnya hiperaktif ini?

Kondisi hiperaktivitas pada anak ditandai dengan peningkatan gerakan, aksi yang impulsif, sulit memusatkan perhatian, dan perhatian yang mudah teralihkan. Untuk mengenali kondisi ini, faktor-faktor seperti usia dan ketertarikan anak harus diperhitungkan.

Semakin muda usia anak, perhatiannya akan lebih mudah dialihkan. Anak juga memiliki minat yang beragam dan itu memengaruhi lamanya perhatian mereka untuk bertahan dalam suatu aktivitas.

Di masa lalu, terdapat kepercayaan bahwa konsumsi gula berhubungan dengan hiperaktivitas. Penelitian yang dilakukan di University of Iowa dan Yale University School of Medicine telah membuktikan bahwa hal ini tidak benar.

Lalu, mengapa banyak orang beranggapan demikian? Salah satunya mungkin karena anak-anak terlihat lebih bersemangat pada acara ulang tahun atau hari raya, saat mereka cenderung menyantap menu-menu manis.

Pada acara-acara ini, setelah makan es buah atau puding cokelat, mereka biasanya lari ke sana kemari seolah tak kenal capek. Secara tak sadar, hal ini memengaruhi persepsi orangtua mengenai hiperaktivitas dan gula.

Meski hubungan antara konsumsi gula dan hiperaktivitas tidak ada, bukan berarti anak boleh makan gula sebebas-bebasnya. Ingat, konsumsi gula berlebih terkait dengan masalah-masalah kesehatan, seperti gigi berlubang, obesitas, dan diabetes.

[RS/ RH]