Menu Terpenting dalam Sarapan, Protein atau Karbohidrat?

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 21 Jun 2017, 09:59 WIB
Sarapan mendatangkan sederet manfaat sehat bagi tubuh. Namun, mana yang lebih penting disertakan dalam menu, protein atau karbohidrat?
Menu Terpenting dalam Sarapan, Protein atau Karbohidrat?

Klikdokter.com, Jakarta Setelah mengetahui banyaknya manfaat sarapan, apakah Anda bertekad untuk mulai melakoninya secara rutin setiap hari? Jika ya, maka yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah memilih menu yang tepat.

Memilih menu sarapan yang tepat tergolong gampang-gampang susah. Beberapa orang menganjurkan sarapan tinggi karbohidrat agar kenyang lebih lama. Sementara itu, ada pula yang beranggapan bahwa sarapan tinggi protein lebih baik.

Karbohidrat vs Protein

Sebenarnya, karbohidrat dan protein sama-sama penting sebagai menu sarapan. Sebab kedua zat tersebut memiliki manfaat yang berbeda.

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, dan oatmeal memerlukan waktu yang lebih untuk dicerna oleh tubuh. Hal inilah yang memberikan rasa kenyang lebih lama.

Karbohidrat memberikan energi yang cukup dan tahan lama untuk beraktivitas, hingga saat makan siang tiba. Anda pun tidak jadi kalap menyantap menu makan siang, karena telah dibekali oleh karbohidrat saat sarapan pagi tadi.

Sedangkan, sarapan tinggi protein dapat membuang kalori Anda lebih banyak. Ini karena tubuh memerlukan energi lebih untuk dapat mencerna protein.

Kalsium Juga Penting

Berbicara soal sarapan, susu tentu tidak boleh dilupakan. Minuman wajib ini merupakan sumber kalsium tinggi. Seperti yang diketahui, kalsium sangat penting bagi kekuatan tulang dan gigi.

Mereka yang sejak mudanya kekurangan kalsium akan memiliki risiko terkena pengeroposan tulang atau osteoporosis ketika telah lanjut usia. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan kalsium Anda sedari dini.

Berikut adalah angka kebutuhan kalsium per hari, berdasarkan golongan usia:

  • 0–6 bulan : 200 mg
  • 7–12 bulan : 260 mg
  • 1–3 tahun : 700 mg
  • 4–8 tahun : 1000 mg
  • 9–13 tahun : 1300 mg
  • 14–18 tahun : 1300 mg
  • 19–50 tahun : 1000 mg
  • 51–70 tahun : 1200 mg
  • >70 tahun : 1200 mg

Selain dari susu dan produknya, kalsium juga bisa diperoleh dari suplemen kalsium. Untuk mengetahui jenis suplemen dan dosis yang tepat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Sekarang Anda sudah tahu fakta di balik dilema karbohidrat dan protein untuk sarapan. Jadi, sudah siap untuk mulai sarapan esok pagi?

(NB/ RH)