Makan Malam Banyak, Bangun Pagi Jadi Lebih Lapar?

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 21 Jun 2017, 10:05 WIB
Pernahkah Anda makan malam dalam porsi besar, namun merasa lebih lapar saat bangun pagi?
Makan Malam Banyak, Bangun Pagi Jadi Lebih Lapar?

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin Anda berpikir bahwa makan malam dalam porsi besar dapat berfungsi sebagai ‘bekal’ untuk keesokan harinya. Namun, hal ini justru membuat perut lebih lapar di pagi hari.

Perlu diketahui, pusat pengatur lapar berada di otak, tepatnya di batang otak dan hipotalamus. Ada banyak hal yang dapat memengaruhi nafsu makan dan membangkitkan rasa lapar, seperti kadar gula darah dan hormon (ghrelin, leptin, tiroid, insulin).

Setelah makan, kadar gula dalam tubuh akan meningkat. Kadar gula yang tinggi ini akan memberikan sinyal ‘kenyang’ ke otak, sehingga Anda pun berhenti makan.

Setelah itu, insulin akan dikeluarkan oleh pankreas untuk memasukkan gula dari darah ke dalam sel. Setelah kadar gula darah turun sekitar 5–6 jam, Anda pun akan merasa lapar kembali.

Namun, ketika Anda makan terlalu malam atau terlalu banyak, otomatis tubuh akan mengeluarkan insulin yang lebih banyak untuk memasukkan gula dari darah ke dalam sel.

Proses tersebut masih tetap berlangsung ketika Anda tidur. Lalu, ketika Anda bangun keesokan paginya, kadar gula darah sudah lebih turun daripada biasanya. Alhasil, kejadian ini membuat Anda sangat kelaparan. Anda pun terpacu untuk makan lebih banyak lagi saat sarapan.

Oleh karena itu, santaplah makan malam dengan waktu dan porsi yang tepat. Pastikan Anda sudah selesai menyantap makan malam setidaknya 3 jam sebelum tidur. Misalnya jika Anda biasa tidur jam 11 malam, maka waktu terakhir selesai makan adalah pukul 8 malam.

Kini Anda tahu faktanya, masihkah terbesit untuk makan malam dalam jumlah yang tidak manusiawi? Pikirkan kembali baik-baik, ya.

(NB/ RH)