3 Gejala yang Sering Disalahartikan sebagai Kolesterol

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 26 Jul 2017, 11:46 WIB
Benarkah sakit di tengkuk pasti disebabkan oleh kadar kolesterol tinggi?
3 Gejala yang Sering Disalahartikan sebagai Kolesterol

Klikdokter.com, Jakarta Ketika seseorang mengeluh nyeri tengkuk atau pegal-pegal, sebagian pasti akan menyahut, “Wah, jangan-jangan kena kolesterol!”.

Pernyataan tersebut sebenarnya salah. Karena kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan laboratorium.

Agar tidak salah mendiagnosis diri sendiri (maupun orang lain), ketahuilah tiga gejala yang sering disalahartikan sebagai kolesterol berikut ini:

  1. Nyeri tengkuk

    Nyeri tengkuk sama sekali tidak berkaitan dengan tingginya kadar kolesterol. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh masalah otot, saraf, dan tulang.

  2. Nyeri dada

    Banyak yang mengatakan bahwa nyeri dada timbul akibat penumpukan kolesterol pada pembuluh darah di jantung. Kolesterol tinggi memang berisiko menyebabkan plak pada pembuluh darah jantung.

    Plak ini, ketika menghambat aliran darah di jantung, dapat menimbulkan nyeri dada yang dikenal sebagai nyeri dada pada serangan jantung. Namun, tidak selalu muncul pada mereka yang memiliki kolesterol tinggi. Nyeri ini lebih mengarah pada gejala sakit jantung.

  3. Pegal-pegal

    Pegal-pegal biasanya disebabkan oleh terlalu lama duduk atau kurang bergerak. Gaya hidup kurang aktif seperti ini memang merupakan faktor risiko kolesterol tinggi.

    Inilah mengapa keduanya sering dikaitkan satu sama lain meskipun sebenarnya tidak berhubungan secara langsung.

Untuk mengetahui apakah kadar kolesterol Anda tinggi, diperlukan pemeriksaan laboratorium darah. Anda diharuskan puasa 10–12 jam sebelumnya. Kadar kolesterol yang dicek meliputi kolesterol total, trigliserida, LDL (kolesterol ‘jahat’), dan HDL (kolesterol ‘baik’).

Kolesterol sesungguhnya dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi organ penting, tetapi dalam jumlah berlebihan—terutama kolesterol yang ‘jahat’— dapat menaikkan risiko penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia.

Untuk mencegah kolesterol tinggi, jagalah pola hidup sehat dengan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3. Asam lemak ini mampu menurunkan kolesterol ‘jahat’ serta meningkatkan kolesterol ‘baik’ dalam tubuh.

Peran Omega-3 untuk Kolesterol

Omega-3 merupakan asam lemak esensial yang tidak diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus didapatkan melalui makanan. Omega-3 terdiri dari dua jenis, yakni DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid).

Anda dapat memperoleh omega-3 dari ikan, seperti salmon, tuna, hering, dan sarden. Agar manfaatnya tetap maksimal, sebaiknya olah dengan cara direbus atau dipanggang. Jika Anda tidak menyukai ikan, bisa mengonsumsi suplemen omega-3 atau minyak ikan sebagai alternatif.

Selain itu, omega-3 juga bisa didapat dari minyak zaitun, minyak kanola, dan biji rami.

Banyak penelitian menyebut, konsumsi omega-3 bermanfaat dalam menurunkan kadar trigliserida dan tekanan darah. WHO merekomendasikan angka kecukupan harian DHA dan EPA sebesar 300–500 mg per hari, dengan dosis maksimal 3000 mg sehari.

[RS/ RH]