Empat Kebiasaan Ini Dapat Tingkatkan Stres Oksidatif

Oleh dr. Vito A. Damay Sp.JP M.Kes FIHA FICA pada 31 Jul 2017, 10:15 WIB
Jangan sampai kebiasaan yang tampak sepele ini membuat Anda terkena stres oksidatif.
Empat Kebiasaan Ini Dapat Tingkatkan  Stres Oksidatif

Klikdokter.com, Jakarta Seberapa penting stres oksidatif itu? Istilahnya memang terdengar sedikit asing. Namun, ketahuilah bahwa stres oksidatif ini berhubungan erat dengan berbagai penyakit, salah satunya penyakit jantung.

Stres oksidatif merupakan gangguan keseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya melalui antioksidan. Jumlah radikal bebas dapat bertambah karena beberapa kebiasaan sehari-hari, yang Anda pikir sepele dan tak membahayakan.

Berikut ini empat kebiasaan yang dapat menumpukkan radikal bebas, yang kemudian berujung pada meningkatnya stres oksidatif:

  1. Hidup tidak teratur

    Terkadang orang tak mengganggap tidur dan makan sebagai kegiatan yang penting. Padahal, waktu tidur yang tidak teratur akan merusak ritme tubuh untuk beristirahat dan memperbaiki diri.

    Begitu juga dengan waktu makan yang tidak teratur. Jika Anda melewatkan makan, akibatnya dapat berimbas pada pengaturan gula darah, metabolisme lemak, dan regulasi tekanan darah.

  2. Makan sembarangan

    Makan sembarangan bukan hanya persoalan pilah-pilih makan, tetapi juga cara mengolahnya dan waktu makan.

    Misalnya, mengonsumsi makanan yang digoreng dalam minyak panas jelas akan meningkatkan kadar radikal bebas, apalagi kalau disantap setiap hari. Antioksidan sebanyak apa pun akan sia sia bekerja keras untuk menurunkan stres oksidatif dalam tubuh Anda.

  3. Merokok

    Merokok adalah salah satu cara tercepat untuk meningkatkan stres oksidatif Anda dan orang-orang di sekitar yang ikut menghirup asap rokok. Jutaan racun yang ikut terbakar akan terhirup dan meningkatkan peradangan sel dalam tubuh.

  4. Olahraga

    Olahraga merupakan salah satu cara untuk meringankan terjadinya stres oksidatif, terutama olahraga aerobik. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang, 30 menit per hari sebanyak lima kali seminggu diketahui membantu mengurangi risiko serangan jantung atau stroke.

    Namun, olahraga berlebihan ternyata dapat merusak struktur protein sel sehingga muncul stres oksidatif. Olahraga berlebihan adalah latihan fisik yang keras tanpa metode atau tanpa istirahat yang cukup yang diperlukan untuk perbaikan sel.

    Stres oksidatif ini berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya memicu oksidasi kolesterol ‘jahat’ (LDL) yang berperan dalam proses aterosklerosis. Proses aterosklerosis ini menyebabkan kekakuan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan gangguan lainnya.

Gerakan Jantung Sehat untuk Tangkal Stres Oksidatif
Studi membuktikan bahwa stres oksidatif merupakan salah satu penyebab dari penyakit jantung. Untuk mencegah hal ini, berolahraga rutin sangatlah penting. Khususnya olahraga yang berfokus untuk jantung sehat.

Menurut American Heart Association, jenis-jenis olahraga yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung adalah jalan kaki, jogging, bersepeda, dan berenang. Keempatnya termasuk olahraga aerobik yang mudah, praktis, dan murah.

Cobalah buang rasa malas Anda dan lakukan olahraga aerobik setiap hari. Jika belum sanggup, olahraga intensitas sedang selama 30 menit dan sebanyak lima kali seminggu juga sudah bagus. Sebagai tambahan, Anda dapat melakukan latihan kekuatan otot 2–3 kali seminggu.

Jika Anda pernah mengalami serangan jantung, dipasang ring, atau pernah menjalani operasi bypass, harap berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai olahraga.

Hal yang juga penting, jangan memforsis diri Anda dalam berolahraga. Hindari olahraga yang terlalu keras jika memang Anda belum pernah berolahraga sebelumnya. Tingkatkan intensitas olahraga secara perlahan-lahan untuk membantu tubuh beradaptasi.

Jadi, bila Anda ingin membantu tubuh menurunkan stres oksidatif, terapkan gaya hidup sehat secara maksimal. Konsumsi makanan bergizi dan berkualitas, tidur cukup, serta berhenti merokok adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

[RS/ RH]