Makanan Padat Pertama untuk si Kecil

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 08 Agu 2017, 13:34 WIB
Persiapkan makanan padat saat si Kecil sudah memasuki 6 bulan. Berikut panduannya.
Makanan Padat Pertama untuk si Kecil

Klikdokter.com, Jakarta Sebentar lagi si Kecil akan memasuki usia 6 bulan. Bunda tentu sudah tak sabar mempersiapkan menu makanan padat untuk si Kecil. Rasanya sangat menyenangkan untuk mengenalkan si Kecil pada nasi, kentang, dan makanan enak lainnya.

Hal yang perlu diperhatikan, pemberian makanan padat ini harus dilakukan tepat waktu. Jika terlambat, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dapat terjadi gagalnya pertumbuhan yang berujung pada malnutrisi.

Tekstur makanan juga perlu dicermati. Pada usia 6–7 bulan, tekstur makanan si Kecil masih lembut atau semi padat. Sedangkan pada usia 7–9 bulan, selain mengonsumsi makanan lembut, si Kecil dapat makan beberapa jenis camilan. Untuk usia 9–12 bulan, si Kecil dapat diberikan camilan sekaligus makanan keluarga.

Jika pengenalan tekstur makanan tersebut telat, si Kecil dapat mengalami sulit makan pada kemudian hari. Karena itulah, pengenalan makanan padat tak hanya harus tepat waktu tetapi juga bertahap.

Kiat Pemberian Makanan Padat

Berikut ini beberapa kiat dalam pemberian makanan padat si Kecil:

  • Pada awal pemberian, sebaiknya berikan satu jenis makanan saja agar Si Kecil dapat beradaptasi dengan makanan tersebut. Cara ini juga dilakukan untuk melihat apakah terdapat reaksi alergi makanan pada si Kecil.

  • Pemberian makanan padat dalam satu jenis makanan bisa diulang beberapa kali sampai si Kecil ‘akrab' terhadap rasa dan makanan tersebut.

  • Awal pemberian makanan padat dimulai dengan memberikan makanan lumat dengan konsistensi halus atau menggunakan teknik penyaringan. Contohnya puree buah dan bubur susu.

  • Seiring dengan pertambahan usia, tekstur makanan dapat dinaikkan secara bertahap menjadi makanan lunak. Contohnya: nasi tim atau bubur tanpa saring mulai diperkenalkan pada usia 9 bulan.

Demikianlah ragam makanan padat yang dapat Bunda berikan pada si Kecil. Ingat, variasi makanan dalam makanan pendamping tersebut harus memiliki kandungan nutrisi penting. Oleh karena itu, sisipkan makronutrien dan mikronutrien secara seimbang dalam setiap menu si Kecil.

Makronutrien & Mikronutrien dalam Makanan Padat

Makronutrien harus dikonsumsi tubuh dalam jumlah besar untuk memenuhi kalori yang digunakan si Kecil untuk bertumbuh kembang. Makronutrien terdiri atas karbohidrat, protein, dan lemak.

Karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, kentang, jagung, dan ubi. Protein bisa didapat dari sumber nabati dan hewani, seperti kacang kedelai, kacang hijau, tempe, tahu, daging, ikan, dan telur. sementara itu, pilihlah lemak yang baik untuk makanan padat si Kecil, misalnya minyak zaitun, minyak zaitun, dan minyak kelapa.

Bagaimana dengan mikronutrien? Mikronutrien adalah zat yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, tetapi hanya diperlukan dalam jumlah yang sedikit. Terdiri atas vitamin dan mineral.

Vitamin dan mineral yang wajib hadir pada menu anak adalah besi, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, kalsium, seng, dan yodium.

Jadi, selamat bereksperimen dalam memberikan makanan padat untuk si Kecil. Semoga si Kecil tidak mengalami kendala yang berarti selama pengenalan makanan pendamping tersebut.

[RS/ RH]