Makanan Bertekstur Keras Dapat Merusak Gusi si Kecil?

Oleh drg. Martha Mozartha M.Si pada 09 Agu 2017, 09:39 WIB
Ada yang beranggapan, si Kecil tak seharusnya makan makanan keras karena pencernaannya belum siap atau malah dapat merusak gusi.
Makanan Bertekstur Keras Dapat Merusak Gusi si Kecil?

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit orang tua yang khawatir memberikan makanan keras pada si Kecil. Ada yang beranggapan bahwa pencernaan si Kecil belum siap untuk makanan keras atau malah dapat merusak gusi. Bagaimana faktanya?

Pada dasarnya, cara memasak dan jenis makanan perlu disesuaikan dengan usia si Kecil serta fase tumbuh kembangnya. Begitu si Kecil mencapai usia 6 bulan, Bunda sudah dapat memberikan MPASI yang dihaluskan.

Namun, secara perlahan si Kecil harus diperkenalkan dengan berbagai jenis makanan bertekstur dan agak kasar, yang harus dikunyah agar merangsang pertumbuhan gigi dan tulang rahangnya.

Saat si Kecil sudah mulai memegang makanannya sendiri, ia dapat diberikan finger food, misalnya biskuit utuh yang tidak dilumatkan. Pilihlah biskuit yang bertekstur keras tetapi gampang larut saat terkena air liur, agar menstimulasi pengunyahan dan mencegah si Kecil tersedak.

Ada penelitian yang menarik soal pola diet makanan lunak dan dampaknya terhadap susunan gigi geligi. Studi yang dimuat di Compendium of Continuing Education in Dentistry mengungkapkan, masyarakat modern yang dibesarkan dengan pola diet lunak berkepanjangan memiliki lebih banyak masalah gigi. Ini dikarenakan pola diet lunak kurang memberi stimulasi bagi otot pengunyahan, gigi, dan tulang rahang.

Fosil rahang manusia purbakala yang belum lama ini ditemukan di Amarna, Mesir, memperlihatkan susunan gigi geligi yang sangat baik dengan bentuk rahang yang kokoh.

Berbeda dengan manusia modern yang cenderung memiliki rahang yang pendek dan relatif lebih kecil dari ukuran gigi geligi. Akibatnya gigi geligi tidak tertampung dan menjadi berjejal, serta gigi geraham bungsu tumbuh di luar posisi normal. Hal ini berkaitan erat dengan pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Jadi, bila si Kecil terus-menerus diberikan makanan lunak saja justru akan berdampak kurang baik. Oleh karena itu, Bunda tidak perlu terlalu khawatir memberikan makanan bertekstur agak keras dan kasar untuk si Kecil (seperti biskuit utuh atau bubur bayi dengan potongan kecil daging atau sayuran). Hanya saja perlu diperhatikan apakah jenis makanan yang diberikan sesuai dengan fase tumbuh kembangnya.

[RS/ RH]