Sehat Jiwa Raga Tidak Hanya saat Puasa

Oleh dr. Vito A. Damay Sp.JP M.Kes FIHA FICA pada 24 Agu 2017, 10:54 WIB
Bulan puasa memang sudah lewat. Namun, bukan berarti Anda bisa bebas menyenangkan perut.
Sehat Jiwa Raga Tidak Hanya saat Puasa

Klikdokter.com, Jakarta Tampaknya istilah “kemenangan setelah puasa” dapat bermakna ganda. Artinya bisa juga menyantap segala makanan enak seperti sedia kala, tanpa perlu takut batal. Rasanya memang benar-benar menang dan puas! Tapi benarkah ini suatu kemenangan dan kepuasan yang sebenarnya?

Anda merasa tak perlu lagi menahan nafsu makan. Setiap makanan yang ada di depan mata disambar dan dimasukkan ke mulut tanpa pikir ulang. Jika terus-menerus seperti itu, sebenarnya kesehatan Andalah yang jadi taruhannya.

Sebelum terlambat, hal yang harus Anda lakukan adalah segera mengubahnya dari sekarang atau tidak sama sekali.

Masalah #1: Kadar Kolesterol Meningkat

Ketika berpuasa, proses detoksifikasi tubuh dapat membantu menurunkan lemak darah yang tinggi. Jika setelahnya Anda kembali ke pola makan awal, yang kalap dan tak pilah-pilih, hasilnya sudah bisa ditebak: kadar kolesterol akan membubung drastis.

Untuk menangani kolesterol tinggi, pertama-tama ubahlah pola makan Anda sehari-hari. Pemilihan makanan dan pengolahannya adalah cara yang paling ampuh untuk mencegah dan meringankan penyakit.

Mulailah dengan memilih minyak yang lebih sehat untuk memasak. Minyak kanola, minyak zaitun, minyak jagung, dan minyak bunga matahari adalah beberapa di antaranya.

Makanan yang kaya omega-3 juga bermanfaat untuk membantu menaikkan HDL (kolesterol ‘baik’). Di samping itu, tingkatkan jumlah serat larut ke dalam makanan Anda. Serat larut ini ada pada kacang-kacangan, sayur-sayuran, buah-buahan, dan gandum.

Hanya makanan sajakah yang perlu diperhatikan? Tentu tidak. Anda juga harus berolahraga. Lakukan minimal 30 menit per hari setidaknya lima kali dalam seminggu. Menyingkirkan latihan fisik sama saja dengan membuang kesempatan untuk meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam tubuh.

Masalah #2: Nafsu Makan Naik atau Mudah Lapar

Nafsu makan makin menjadi-jadi pasca berpuasa? Atau gampang lapar meski baru menyantap segunung nasi goreng? Salah satu penyebabnya bisa jadi karena Anda makan dengan tergesa-gesa.

Saat makan terlalu cepat, hormon yang dikirim lambung untuk memberitahu tubuh jika Anda kenyang belum dapat menyampaikan sinyal kenyang ke otak. Perut butuh waktu sekitar 20 menit untuk menginformasikan otak bahwa Anda tak perlu makan lagi.

Penelitian yang dimuat di BMJ Open Diabetes Research & Care tahun 2014 menyatakan, makan secara perlahan dapat meningkatkan rasa kenyang dan memangkas rasa lapar pada responden yang mengalami overweight dan obesitas.

Makanlah dengan penuh kesadaran, lakukan secara perlahan, dan saksama. Fokuskan perhatian pada apa yang Anda kunyah, serta nikmati rasa dan teksturnya dalam mulut. Awalnya memang terasa aneh, tetapi percayalah, teknik yangd ikenal dengan istilah mindful eating ini dapat membuat Anda makan dengan lebih terkontrol.

Masalah #3: Berat Badan Melonjak

Berat badan Anda naik 6 kilogram setelah berpuasa. Sebelum menyalahkan timbangan, cek kembali apakah selama ini pola makan Anda beres? Selain itu, sudah rutinkah Anda berolahraga?

Prinsip utama dalam menurunkan berat badan cukup sederhana: Jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh tidak boleh melebihi jumlah kalori yang akan digunakan. Meski demikian, ini bukan hanya persoalan kalori. Jenis makanan yang dipilih juga tak boleh sembarangan, harus tetap sehat dan bergizi seimbang.

Dampingi diet Anda dengan olahraga yang teratur. Latihan fisik secara rutin—minimal 30 menit per hari selama lima hari dalam seminggu—terbukti dapat berkontribusi terhadap penurunan berat badan, bahkan kebahagiaan Anda.

Saat berpuasa tubuh Anda berkesempatan untuk ‘cuci gudang’. Pada kondisi ini, peluang untuk menurunkan berat badan serta kadar kolesterol akan terbuka lebar. Penurunan berat badan juga akan membuat diabetes dan tekanan darah lebih terkontrol.

Rasanya sia-sia, bukan, jika Anda kembali melakukan gaya hidup tak sehat? Karena itu, meskipun bulan puasa telah lewat, tetap jaga kesehatan jiwa raga Anda dengan memperlakukan hari-hari biasa seperti Ramadan. Mindset ini dapat membuat Anda lebih dapat menahan nafsu makan dan kebiasaan buruk lainnya.

Taklukkan diri Anda. Ada banyak hal positif menunggu di depan mata jika Anda memulainya dari sekarang. Mari jalani hidup sehat jiwa dan raga setiap waktu, tidak hanya saat puasa. Teruslah menang dan puas karena hidup sehat!

(RS/ RH)