72 Tahun Merdeka, Serangan Jantung dan Stroke Masih Menjajah

Oleh dr. Vito A. Damay Sp.JP M.Kes FIHA FICA pada 28 Agu 2017, 14:03 WIB
Indonesia belum ‘merdeka’ dari penyakit mematikan ini. Serangan jantung dan stroke masih menjajah negeri ini.
72 Tahun Merdeka, Serangan Jantung dan Stroke Masih Menjajah

Klikdokter.com, Jakarta Merdeka! Itulah kata yang pantas diucapkan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-72. Sayangnya, meski sudah terbebas dari penjajah, perjuangan Indonesia masih belum usai. Dalam hal kesehatan, Indonesia masih ‘dijajah’ penyakit jantung koroner dan stroke.

Serangan jantung dan stroke menduduki dua peringkat teratas penyebab kematian di dunia. Di Indonesia, stroke dan penyakit jantung juga menduduki peringkat teratas penyebab kematian menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Indonesia.

Stroke dan penyakit jantung koroner, uniknya, ternyata memiliki faktor risiko yang sama. Orang yang terkena stroke berisiko tinggi terkena serangan jantung. Demikian pula sebaliknya, orang yang sudah terkena serangan jantung berisiko nantinya juga terserang stroke.

Hal itu karena stroke dan serangan jantung sama-sama terjadi akibat terbentuknya plak asterosklerosis, akibat kadar kolesterol tinggi. Parahnya, kematian mendadak akibat kondisi ini dapat terjadi tanpa gejala atau keluhan bermakna sebelumnya.

Stroke

Stroke merupakan suatu kondisi saat aliran darah ke otak berkurang secara mendadak. Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya sumbatan di pembuluh darah otak (stroke iskemik), atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemorrhagik).

Salah satu mekanisme penyebabnya juga didasari proses aterosklerosis, namun pada pembuluh darah yang mengalir ke otak. Faktor utama penyebab stroke yang dapat dicegah sebenarnya sama dengan penyakit jantung koroner.

Kondisi-kondisi yang biasanya dialami seorang penderita stroke, di antaranya:

  1. Kelemahan pada wajah, tangan, atau kaki pada satu sisi tubuh
  2. Sakit kepala tak tertahankan secara tiba-tiba
  3. Kehilangan penglihatan, koordinasi tubuh, dan sensasi secara tiba-tiba
  4. Hilang kesadaran
  5. Mual dan muntah

Bagaimana mencegah penyakit jantung dan stroke? Dengan cara mencegah faktor utama penyebab penyakit mematikan tersebut.

Faktor utama penyebab serangan jantung dan stroke yang dapat dicegah antara lain diabetes mellitus (penyakit gula atau kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), kebiasaan merokok, kegemukan, dan kadar kolesterol tinggi.

Selain itu, pastikan Anda menjaga proporsi berat badan tetap ideal dengan rutin berolahraga. Anda yang sibuk juga harus tetap berusaha menemukan cara agar bisa olahraga dan gerak badan secara rutin.

Kontrol tekanan darah agar tetap optimal. Berhentilah merokok atau konsumsi minuman beralkohol. Budaya atau kebiasaan hidup sehat seharusnya menjadi budaya bangsa. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner adalah keadaan berkurangnya aliran pembuluh darah ke otot jantung. Hal ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner akibat proses asterosklerosis.

Asterosklerosis itu sendiri merupakan plak yang terbentuk pada pembuluh darah koroner akibat penumpukan kolesterol jahat (LDL).
Pada suatu waktu, plak ini dapat menyebabkan sumbatan mendadak pada pembuluh darah koroner. Aterosklerosis inilah yang menjadi awal mekanisme serangan jantung yang menyebabkan kematian mendadak.

Saat terjadi serangan jantung, penderita umumnya mengeluhkan nyeri dada yang hebat, kadang menjalar ke lengan kiri disertai keringat dingin. Penderita juga dapat merasakan sesak napas, nyeri ulu hati, berdebar-debar atau pingsan.

Jangan biarkan stroke dan penyakit jantung terus menjajah Indonesia secara diam-diam. Ayo bertindak dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih aktif dan sehat. MERDEKA!!

(NB/ RH)

AstiAsti

test yang berikutnya

AstiAsti

test lagi

AstiAsti

Tes komentar

Lihat Lainnya