Penderita Migrain Berisiko Mengalami Stroke

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 11 Sep 2017, 12:02 WIB
Waspadalah bila Anda mengalami migrain. Risiko stroke mengintai di baliknya.
Penderita Migrain Berisiko Mengalami Stroke

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit migrain tentu sudah tak asing lagi. Berbeda dengan sakit kepala biasanya, migrain bercirikan sakit kepala sebelah. Migrain mungkin dipandang sepele karena obat untuk penanganannya pun sudah dijual bebas. Namun, jangan salah, keluhan ini dapat berujung pada stroke.

Terdapat dua jenis migrain, yaitu migrain klasik (migrain dengan aura) dan migrain umum (migrain tanpa aura).

Pada migrain klasik terdapat gejala yang selalu terjadi sebelum serangan migrain. Gejala tersebut disebut aura, dapat berupa rasa silau, telinga berdenging, kesemutan, dan sebagainya. Sementara itu, pada migrain umum serangan migrain terjadi tanpa ada gejala apa pun sebelumnya.

Studi ilmiah menunjukkan bahwa migrain klasik dapat memicu stroke akibat penyempitan pembuluh darah atau stroke iskemik.

American Heart Association menyatakan bahwa penderita migrain klasik memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami stroke. Risiko ini semakin meningkat pada wanita, perokok, dan pengguna pil KB.

Belum jelas bagaimana migrain dapat sebabkan stroke. Diperkirakan karena pada migrain klasik, kondisi darah menjadi mudah membeku. Bekuan darah tersebut berpotensi menyumbat pembuluh darah sehingga terjadi stroke.

Namun, bila Anda penderita migrain, tak perlu buru-buru panik. Fakta tersebut tidak berarti bahwa setiap kali migrain, Anda akan mengalami stroke.

Tetaplah lakukan pola hidup sehat dengan hindari merokok, kontrol tekanan darah dan berat badan, serta rutin berolahraga. Jika Anda pengguna pil KB, alih-alih segera berhenti minum pil KB, berkonsultasilah dengan dokter mengenai pilihan kontrasepsi yang aman bagi Anda.

Migrain memang berisiko menyebabkan stroke. Namun, Anda tetap dapat mencegah stroke dengan pola hidup sehat dan berpikir positif.

[RS/ RH]

Darwin DarwinDarwin Darwin

dokter bisa komunikasi tentang syaraf saya butuh solusi n konsultasi dengan dokter