Batuk saat Hamil, Kapan Perlu ke Dokter?

Oleh dr. Grace Valentine pada 14 Sep 2017, 12:05 WIB
Jangan remehkan batuk yang muncul saat hamil. Kenali tanda-tandanya kapan Anda harus segera menemui dokter.
Batuk saat Hamil, Kapan Perlu ke Dokter?

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan membuat sistem kekebalan tubuh seorang wanita berubah. Kondisi ini membuat ibu hamil menjadi rentan terserang penyakit, salah satunya batuk. Bahkan, batuk yang terjadi saat hamil bisa terjadi lebih lama daripada batuk pada umumnya.

Kendati tidak secara langsung memberikan pengaruh buruk pada janin yang ada dalam kandungan, batuk saat hamil tetap harus ditindaklanjuti. Beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala batuk saat hamil di antaranya:

  • Cukup istirahat

    Bila batuk saat hamil menghampiri, pastikan Anda mengistirahatkan tubuh sesering mungkin. Hal ini termasuk tidur selama kurang lebih 8 jam dalam sehari.

  • Konsumsi cairan yang cukup

    Selain mencegah dehidrasi, memenuhi kebutuhan cairan harian juga dapat mengurangi gejala batuk saat hamil. Anda boleh minum air putih, jus buah, atau kuah hangat.

  • Konsumsi obat sesuai resep dokter

    Hindari obat batuk atau obat-obatan lain, yang biasa Anda minum sewaktu belum hamil. Ini karena sebagian besar obat tersebut tidak aman dikonsumsi selama kehamilan.

Jika batuk tidak kunjung reda setalh melakukan kiat di atas, Anda sebaiknya mengunjungi dokter. Berikut adalah beberapa hal yang penting untuk Anda perhatikan:

  • Gejala batuk mengganggu makan atau tidur Anda
  • Batuk tidak membaik dalam waktu tiga hari
  • Batuk disertai demam
  • Lendir dahak yang Anda keluarkan selama batuk berwarna kuning, hijau, atau bahkan disertai darah
  • Batuk saat hamil yang disertai nyeri dada

Jangan anggap sepele batuk saat hamil. Keluhan ini bisa jadi pertanda dari kondisi medis yang berbahaya. Karena itu, periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami batuk saat hamil, apalagi bila disertai dengan kondisi-kondisi yang disebutkan di atas.

(NB/ RH)