Hindari Konsumsi Ini Agar Produksi ASI Tidak Terhambat

Oleh dr. Grace Valentine pada 04 Okt 2017, 11:24 WIB
Ingin ASI mengalir lancar selama masa menyusui? Ini asupan yang wajib Anda hindari.
Hindari Konsumsi Ini Agar Produksi ASI Tidak Terhambat

Klikdokter.com, Jakarta Menyusui merupakan salah satu pengalaman paling indah yang dialami ibu dan bayi. Begitu pentingnya manfaat ASI bagi bayi, para ahli menyarankan agar ibu memberikan ASI selama enam bulan sejak kelahiran.

Dalam proses menyusui, seorang ibu harus benar-benar memerhatikan makanan yang dikonsumsi. Ini karena beberapa asupan berikut ini diketahui dapat menyebabkan produksi ASI terhambat:

1. Teh sage

Teh ini mengandung estrogen, yang dapat menghambat produksi ASI. Teh sage sering digunakan sebagai rempah masakan, atau tersaji dalam bentuk suplemen herbal.

2. Vitamin B6

Vitamin B6 dapat menurunkan produk hormon prolactin, yang selanjutnya menyebabkan penurunan produksi ASI.

3. Daun Kol

Daun kol mengandung komponen alami, yang secara langsung dapat menghambat produksi ASI. Bahkan, dengan mengompreskannya ke payudara saja, daun kol dingin dapat menghambat produksi ASI Anda.

4. Parsley dan peppermint K

dua jenis kandungan ini dikenal dapat menurunkan produksi ASI. Karena itu, agar produksi ASI Anda tetap lancar, hindari parsley dan peppermint baik dalam bentuk permen, minyak atau teh.

5. Alkohol

Konsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat menghambat produksi ASI. Selain itu, konsumsi alkohol selama menyusui dapat menyebabkan ASI terkontaminasi. Penelitian menyebutkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI dengan kontaminasi alkohol berisiko mengalami gangguan motorik.

6. Kafein

Selain dapat menghambat produksi ASI, kontaminasi kafein pada ASI juga dapat menyebabkan bayi lebih rewel dan gampang cemas. Oleh karena itu, sebaiknya hindari atau batasi konsumsi kafein selama menyusui maksimal 2 gelas per hari.

Itulah asupan yang sebaiknya Anda batasi atau hindari konsumsinya selama menyusui.

Jika Anda sudah menghindari asupan-asupan di atas namun produksi ASI tetap tidak lancar, jangan ragu untuk membawa diri ke dokter.

(NB/ RH)