Depresi Post-Partum, Apa Itu?

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 04 Okt 2017, 16:09 WIB
Depresi post-partum dapat saja terjadi pada semua wanita yang baru melahirkan. Yuk, cari tahu lebih jauh tentang kondisi ini.
Depresi Post-Partum, Apa Itu?

Klikdokter.com, Jakarta Perasaan sedih, cepat marah, berputus asa, enggan keluar rumah, malas makan, dan sulit tidur merupakan beberapa gejala depresi post-partum. Gejala ini biasanya menetap hingga 1–3 minggu setelah melahirkan.Depresi post-partum disebabkan oleh perubahan kadar hormonal setelah melahirkan, riwayat depresi sebelumnya, kekelahan, faktor emosional, dan lingkungan.

Jika tidak ditangani dengan baik, depresi post-partum menggeret sederet dampak buruk bagi ibu dan bayi. Beberapa kiat untuk mengatasi depresi post-partum, antara lain:

1. Istirahat cukup

Hamil dan melahirkan adalah proses yang melelahkan. Karena itu, istirahat cukup setelah melahirkan penting untuk memperbaiki mood dan mencegah terjadinya depresi post-partum.

2. Meminta pertolongan

Kerepotan dalam mengurus rumah tangga dapat mencetuskan terjadinya depresi post-partum. Apalagi jika Anda masih memiliki anak yang masih kecil. Mintalah bantuan dari suami, anggota keluarga, ataupun teman jika Anda tidak mampu mengurus semua hal itu sendiri.

3. Berkomunikasi

Berbagi keluh kesah bersama ibu-ibu lain yang baru melahirkan merupakan salah satu solusi yang dapat Anda coba untuk mengatasi depresi post-partum. Dengan cara ini, Anda akan menyadari bahwa kondisi tersebut tidak hanya menimpa Anda sendiri.

4. Luangkan waktu untuk mengurus diri sendiri

Meluangkan waktu untuk mengurus diri sendiri penting untuk mencegah terjadinya depresi post-partum. Karena itu, luangkan waktu beberapa jam dalam seminggu untuk melakukan perawatan di salon, pijat, spa, atau beberlanja.

5. Hindari alkohol dan rokok

Bukannya menjadi jalan keluar, alkohol dan rokok justru dapat mencetuskan perubahan mood yang turut meningkatkan atau memperparah kejadian depresi post-partum.

Jika dengan cara-cara di atas Anda masih mengalami depresi post-partum, kunjungi psikiater atau psikolog untuk mendapatkan psikoterapi yang sesuai. Biasanya dokter spesalis psikiatri akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala depresi yang Anda alami.

(NB/ RH)

reni10111reni10111

sangat membantu

Hendra WijayaHendra Wijaya

rahang