Tes Alergi untuk Anak Autisme, Berbedakah?

Oleh dr. Caessar Pronocitro M.Sc Sp.A pada 02 Nov 2017, 06:29 WIB
Untuk mendiagnosis alergi, anak perlu melakukan tes. Namun bagaimana dengan tes alergi bagi anak autisme?
Tes Alergi untuk Anak Autisme, Berbedakah?

Klikdokter.com, Jakarta Alergi pada anak-anak merupakan kondisi yang sering terjadi. Pada penderita alergi, sistem kekebalan tubuh memberikan reaksi yang berlebihan saat berkontak dengan bahan tertentu yang disebut alergen. Alergen tersebut dapat berupa makanan, dan zat yang terhirup maupun yang bersentuhan dengan kulit.

Anda sebagai orang tua, perlu curiga akan alergi bila muncul beberapa gejala pada anak seperti hidung berair, asma, atau ruam pada kulit. Pemeriksaan untuk alergi dapat berupa uji cukit kulit (skin prick test), tes darah, atau tes eliminasi diet (untuk kecurigaan alergi makanan).

Sementara itu, autisme merupakan kelainan perkembangan dengan ciri-ciri gangguan bicara, interaksi sosial, dan perilaku repetitif. Diagnosis autisme didasarkan pada pemeriksaan gejala subyektif.

Anak dengan autisme dapat juga mengalami alergi. Penelitian yang dipublikasikan di Review Journal of Autism and Developmental Disorders, 2015, menunjukkan angka kejadian asma dan rinitis alergi yang tinggi pada anak dengan autisme.

Sayangnya, mengenali gejala alergi pada anak autisme lebih sulit. Ini disebabkan oleh adanya gangguan bahasa, ekspresi, serta perilaku, yang berbeda dibandingkan anak-anak lainnya.

Namun, apabila terdapat dugaan kuat alergi berdasarkan gejala-gejala yang muncul, anak autisme dapat menjalani tes alergi seperti anak-anak lain pada umumnya.

Pemeriksaan alergi seperti uji cukit kulit, tes darah, dan tes eliminasi diet dapat dilakukan kepada anak autisme. Namun, perlu diingat bahwa anak autisme pada umumnya lebih mudah mengalami stres dan kecemasan saat menjalani prosedur pemeriksaan tersebut.

[BA/ RH]