Benarkah Konsumsi Telur dan Susu Bikin Tubuh Anak Lebih Tinggi?

Oleh dr. Caessar Pronocitro M.Sc Sp.A pada 02 Nov 2017, 10:31 WIB
Apakah benar konsumsi telur dan susu akan membuat anak lebih tinggi, atau justru tidak berpengaruh?
Benarkah Konsumsi Telur dan Susu Bikin Tubuh Anak Lebih Tinggi?

Klikdokter.com, Jakarta Pertumbuhan terjadi dengan cepat selama masa kanak-kanak. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Scientific American, 60–80 persen tinggi badan dipengaruhi oleh faktor genetik, sisanya dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi. Telur dan susu merupakan asupan yang mendukung tubuh anak lebih tinggi.

Telur merupakan sumber protein yang baik, karena mengandung berbagai asam amino esensial. Selain itu, di dalam telur terdapat vitamin A, B12, D, E, selenium, fosfor, dan folat. Kandungan protein, serta vitamin A dan D penting dalam meningkatkan tinggi badan.

Bahkan, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics menunjukkan bahwa postur pendek lebih jarang ditemukan pada kelompok anak yang mengonsumsi telur secara rutin. Selain itu, pemberian nutrisi dari susu juga memberikan efek yang baik bagi tinggi badan.

Kandungan di dalam susu meliputi protein, lemak, kalsium, dan vitamin D. Pertumbuhan tulang dan gigi, otot, serta saraf memerlukan kalsium. Kemudian, vitamin D diperlukan agar penyerapan kalsium oleh tubuh dapat berlangsung optimal.

Penelitian yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition, 2017, menunjukkan bahwa anak yang mengonsumsi susu sapi memiliki badan lebih tinggi dibandingkan anak yang mengonsumsi susu alternatif. Susu alternatif tersebut seperti kedelai atau almon.

Perbedaan antara kedua kelompok anak tersebut adalah sekitar 1,5 sentimeter. Penelitian ini dilakukan pada anak berusia di bawah 3 tahun.

Mencukupi kebutuhan nutrisi anak tentu akan mendukung pertumbuhan yang optimal. Nutrisi yang kurang telah terbukti menjadi penyebab postur pendek, selain infeksi, dan penyakit yang dialami anak.

Telur dan susu dapat menjadi sumber nutrisi yang baik. Namun, tinggi badan yang dapat dicapai anak sebagian besar tetap bergantung pada faktor genetik.

[BA/ RH]