Sederet Manfaat Makan Buah untuk si Kecil

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 03 Nov 2017, 11:19 WIB
Buah merupakan salah satu makanan yang sangat diperlukan untuk kesehatan si Kecil. Sayangnya, tak semua anak gemar makan buah-buahan.
Sederet Manfaat Makan Buah untuk si Kecil

Klikdokter.com, Jakarta Riset Kesehatan Dasar 2013 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI menguak fakta mengejutkan. Sekitar 93% anak Indonesia kurang makan buah. Meski terkesan sepele, sebenarnya mengonsumsi buah-buahan sangat berpengaruh pada kesehatan si Kecil saat ini hingga dewasa nanti.

Tubuh tak dapat menghasilkan vitamin dan mineral sendiri. Salah satu sumber terbaik dari vitamin dan mineral adalah dari buah-buahan. Dengan konsumsi buah yang cukup, daya tahan tubuh si Kecil meningkat sehingga tidak mudah sakit.

Buah juga mengandung serat yang tinggi, bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Selain itu, kandungan karbohidrat yang terdapat di dalam buah merupakan sumber energi yang mendukung si Kecil aktif menjalankan aktivitasnya.

Penelitian yang dipublikasikan melalui International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity tahun 2015 membuktikan, si Kecil yang rutin makan buah setiap hari terlindung dari obesitas dan memiliki prestasi yang lebih baik di sekolah dibandingkan si Kecil yang tidak memiliki kebiasaan makan buah.

Sayangnya, banyak anak tak menyukai makan buah-buahan. Perilaku picky eater, yaitu kebiasaan hanya mau makan makanan yang itu-itu saja, merupakan salah satu penyebab si Kecil enggan makan buah.

 

1 of 2

Cara Agar Si Kecil Mau Makan Buah

1. Mulailah dari buah yang mudah untuk ditelan

Pada tahap awal MPASI (saat si Kecil berusia 6 bulan), mulailah memperkenalkan buah-buahan dari buah yang mudah untuk dikunyah dan ditelan dahulu. Misalnya pepaya, buah naga, dan pisang. Hal ini penting untuk memberikan kesan pada si Kecil bahwa rasa buah itu enak dan mudah dimakan.

2. Sajikan buah dengan berbagai warna

Saat si Kecil mulai menginjak usia 9 bulan, Bunda dapat menawarkan camilan buah yang dipotong dalam bentuk finger food. Jangan hanya menawarkan satu jenis buah, melainkan sajikan beberapa jenis buah dengan warna yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Bunda dapat menyajikan mangga, pepaya, melon, dan semangka kuning dalam satu waktu. BIarkan si Kecil memilih dan mencoba sesuai keinginannya.

3. Sajikan dalam kondisi beku

Sebagai alternatif, buah dapat dipotong-potong, dimasukkan ke dalam wadah, dan dibekukan. Setelah beku, si Kecil dapat memakannya seperti makan es krim. Cara ini banyak disukai anak-anak. Cara ini cocok untuk diterapkan pada si Kecil yang berusia 9 bulan ke atas.

4. Terapkan one bite rule

Metode ini banyak dipakai para Bunda di Eropa untuk mengajarkan si Kecil makan sayur dan buah. Caranya, sajikan buah yang sama selama 7–10 kali berturut-turut tiap kali jam makan. si Kecil diminta untuk mengunyah dan menelan buah tersebut sebanyak satu gigitan saja. Umumnya, setelah 7–10 kali melakukan one bite rule, si Kecil akan menyukai buah itu.

5. Hindari memberikan permen dan minuman manis

Memberikan penganan manis menyebabkan si Kecil enggan untuk makan buah. si Kecil bisa merasa buah tak menarik karena tidak semanis permen atau minuman manis yang biasa dikonsumsinya.

6. Bunda harus memberi contoh

Hal ini sering terlupakan, padahal contoh dari Bunda sangat penting. Studi membuktikan bahwa pola makan Bunda memberikan dampak besar pada si Kecil.

Umumnya si Kecil akan mengikuti kebiasaan makan Bunda. Oleh karena itu, bila Bunda ingin si Kecil senang mengonsumsi buah-buahan, Bunda harus rajin memberi contoh dengan makan buah di depan si Kecil.

Makan buah amatlah penting bagi kesehatan si Kecil. Manfaatnya juga sangat banyak dan beragam. Agar si Kecil lahap makan buah-buahan, yuk coba terapkan kiat-kiat tersebut.

[RS/ RH]

Lanjutkan Membaca ↓