Kiat Bebas Sakit Kepala saat Haid

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 09 Nov 2017, 16:17 WIB
Salah satu keluhan yang biasa terjadi saat haid adalah sakit kepala. Bagaimana cara mengatasinya?
Kiat Bebas Sakit Kepala saat Haid

Klikdokter.com, Jakarta Tak hanya nyeri perut dan mual muntah, keluhan sakit kepala juga sering terjadi saat haid. Kondisi ini termasuk wajar atau tidak berbahaya, namun pastinya cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sakit kepala yang menyerang saat haid disebabkan oleh perubahan hormonal dalam tubuh. Ketika datang bulan, terjadi penurunan hormon estrogen sehingga memicu timbulnya sakit kepala. Hormon estrogen berfungsi mengaktifkan persepsi nyeri pada otak. Sehingga makin rendah kadarnya, nyeri kepala pun akan makin parah.

Para ahli menemukan bahwa sakit kepala muncul dua hari menjelang haid, hingga tiga hari pertama dalam siklus haid. Para ahli juga menyebutkan bahwa mereka yang telah terbiasa mengalami migrain atau sakit kepala akan mengalami nyeri yang lebih parah ketika sedang haid atau menjelang haid.

Bila Anda memiliki siklus haid yang teratur, sebenarnya migrain tersebut dapat dicegah dengan mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri sebelumnya. Obat-obatan yang dapat Anda gunakan adalah yang mengandung metampiron, parasetamol, atau asam mefenamat. Obat ini juga dapat dikonsumsi selama haid.

Di samping mengonsumsi obat penghilang nyeri, Anda juga dapat melakukan kiat-kiat berikut:

  • Makan udang dan jamur. Udang dan jamur dipercaya tinggi akan estrogen, sehingga dapat membantu menghilangkan dan mencegah sakit kepala saat haid.
  • Minum cukup air. Perbanyak air putih untuk menjaga cairan tubuh dari dehidrasi.
  • Olahraga rutin dan lakukan relaksasi.
  • Hindari kopi dan teh.
  • Hindari paparan cahaya yang terlalu terang.
  • Hindari aroma atau wewangian yang terlalu kuat.
  • Catat kapan saja sakit kepala saat haid mulai terasa. Ini dapat membantu dokter untuk menemukan pola dan penanganan.

Walaupun sakit kepala saat haid adalah hal yang lumrah, tetapi jika sangat mengganggu segeralah periksakan diri ke dokter. Nantinya dokter akan membantu mencari penanganan yang tepat untuk keluhan Anda.

[RS/ RH]