Mengatasi Sakit Kepala dengan Akupunktur

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 09 Nov 2017, 16:19 WIB
Penelitian telah membuktikan bahwa akupunktur aman dan efektif untuk membantu mencegah dan mengatasi sakit kepala.
Mengatasi Sakit Kepala dengan Akupunktur

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin sudah akrab dengan istilah akupunktur? Ini adalah pengobatan alternatif dari Cina yang menggunakan jarum tipis sebagai medianya. Jarum akupunktur yang ditusukkan di titik-titik tertentu tubuh untuk memberi stimulasi, diklaim dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit –termasuk sakit kepala.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk meneliti kebenaran dan khasiat dari akupunktur. Mulai dari studi klinis sederhana hingga analisis skala besar, akupunktur ternyata telah terbukti efektif dan aman sebagai alternatif pengobatan.

Salah satu penelitian awal mengenai akupunktur dan sakit kepala dilakukan oleh para dokter dari University of Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Penelitian ini mempelajari penggunaan dan efek samping akupunktur telinga sebagai terapi migrain pada anak.

Hasilnya, akupunktur tidak menimbulkan efek samping. Penelitian ini juga menyatakan, akupunktur merupakan sebuah pilihan terapi yang valid.

Sebuah studi awal di kota Johnstown, Amerika Serikat, juga mengungkapkan, dari 26 subyek penelitian yang mengalami sakit kepala kronis, seluruhnya menunjukkan perbaikan secara berkala hingga 12 minggu setelah menjalani terapi akupunktur.

Lantas bagaimana akupunktur dapat meredakan sakit kepala? Ilmu akupunktur membagi tubuh menjadi beberapa bagian dan zona yang memiliki titik-titik khusus. Jarum akupunktur akan ditusukkan ke titik sesuai dengan tujuan terapi, titik-titik ini biasanya berada di dekat saraf dalam tubuh.

Kemudian, jarum akan menstimulasi saraf untuk melepaskan hormon tertentu (misalnya endorfin) yang akan direspons oleh tubuh. Pada penggunaan akupunktur untuk terapi sakit kepala, sistem imun dan peredaran darah biasanya merupakan sistem yang dituju untuk diperbaiki dan dimaksimalkan.

Meski terbilang aman, akupunktur dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang –seperti memar, lemas, dan tubuh terasa pegal terutama setelah terapi pertama.

Akupunktur harus dilakukan oleh tenaga profesional. Kini, jarum untuk akupunktur pun telah diregulasi dan hanya boleh digunakan sekali pakai untuk mengurangi risiko infeksi.

Di samping itu, untuk membantu mengurangi rasa sakit kepala, Anda bisa mengonsumsi obat yang mengandung thiamine dan cyanocobalamine. Anda juga bisa memilih obat pereda nyeri dengan derajat ringan sampai berat yang mengandung methampyrone.

Jika tertarik untuk melakukan akupunktur, Anda perlu memastikan bahwa klinik yang menyediakan terapi akupunktur memiliki tenaga yang profesional dan bersertifikat. Jangan ragu untuk bertanya kembali, apakah jarum yang digunakan adalah jarum baru dan steril. Anda juga berhak mempertanyakan prosedurnya jika baru pertama kali melakukan akupunktur.

[BA/ RH]