Mengenal Stroke, Si Pendiam yang Mematikan

Oleh dr. Vito A. Damay Sp.JP M.Kes FIHA FICA pada 10 Nov 2017, 13:12 WIB
Stroke sering hadir tanpa disadari. Tak heran bila penyakit ini sering disebut sebagai silent killer.
Mengenal Stroke, Si Pendiam yang Mematikan

Klikdokter.com, Jakarta Stroke merupakan salah satu penyakit mematikan, yang telah merenggut banyak nyawa di dunia. Tidak hanya menjadi pembunuh, penyakit ini juga membuat penderitanya mengalami kecacatan.

Stroke dibedakan menjadi dua jenis, yaitu stroke perdarahan (hemoragik) dan stroke penyumbatan (iskemik).

  1. Stroke Perdarahan (Hemoragik)

Stroke perdarahan adalah kondisi ketika aliran darah ke sel otak berkurang secara mendadak akibat pecahnya pembuluh darah otak. Stroke jenis ini dapat menyebabkan penekanan pada struktur otak, sehingga memperberat kondisi saraf pusat.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan stroke perdarahan adalah tekanan darah tinggi, aneurisma, atau kelainan pembuluh darah otak bawaan.

Stroke perdarahan dapat dideteksi sejak dini dengan pemeriksaan medis rutin. Tindakan medis tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah dan CT Scan bila ditemukan keluhan sakit kepala atau pusing  pada pasien.

  1. Stroke Penyumbatan (Iskemik)

Stroke dapat diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah otak secara mendadak. Di samping penyakit jantung bawaan, proses aterosklerosis (plak pembuluh darah), kelainan irama jantung (atrial fibrilasi), dan/atau penyakit otot jantung juga menjadi penyebab utamanya.

Beberapa kondisi yang menjadi faktor risiko stroke penyumbatan adalah kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, dan malas bergerak.

1 of 2

Mencegah Stroke

Untuk mencegah stroke di kemudian hari, deteksi dini dan pemeriksaan medis secara rutin harus dilakukan. Menurut American Heart Association, seseorang pada usia 20 tahun sebaiknya:

  1. Periksa tekanan darah
  2. Periksa kolesterol lengkap saat puasa (LDL, HDL dan trigliserida)
  3. Periksa kadar gula darah
  4. Mengukur lingkar pinggang
  5. Pemeriksaan fisik
  6. Rekam jantung standar (EKG).

Jangan tunggu stroke hadir tanpa disadari. Segera terapkan gaya hidup sehat dengan teratur periksa kolesterol, awasi asupan dan pola makan, nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga, kendalikan berat badan dan hindari stres, awasi tekanan darah, lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester.

(NB/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓
Aldi WigunaAldi Wiguna

dok, maaf ayah saya dah 3 tahun terkena stroke ringan dari kolestrol dan darah tinggi sebaik nya untuk pengobatan dan penyembuhan makanan yg harus di jaga agar tdak menjadi parah dan terjadi stroke k 2 yg harus di lakukan apa ya? terima kasih