5 Penyebab Anak Kurang Gizi

Oleh dr. Caessar Pronocitro M.Sc Sp.A pada 23 Nov 2017, 10:59 WIB
Setiap orang tua tentu ingin mencukupi kebutuhan gizi anak. Namun, bagaimana dengan kondisi kurang gizi, apa sajakah penyebabnya?
5 Penyebab Anak Kurang Gizi

Klikdokter.com, Jakarta Kurang gizi adalah suatu kondisi ketidakseimbangan nutrisi. Saat asupan nutrien dan energi lebih sedikit dibandingkan kebutuhan tubuh, maka terjadilah kekurangan gizi. Hal ini akan mengganggu pertumbuhan dan fungsi-fungsi tubuh anak Anda.

Beberapa tanda dari kondisi kurang gizi adalah penurunan berat badan, hilangnya massa otot atau lemak subkutan, akumulasi cairan di bagian tertentu tubuh, dan melemahnya kekuatan seperti genggaman tangan.

Untuk mendiagnosis apakah seorang anak mengalami kurang gizi diperlukan pemeriksaan oleh dokter anak. Berikut ini adalah lima penyebab anak Anda dapat mengalami kurang gizi:

  1. Kurangnya asupan makanan

Ini merupakan penyebab yang paling lazim ditemui. Faktor-faktor seperti kemiskinan dan rendahnya kebersihan membuat asupan nutrisi anak tidak optimal.

  1. Penyakit ginjal kronik

Anak dengan penyakit ginjal kronik dapat mengalami gejala anoreksia atau penurunan nafsu makan. Hal ini tentu memicu kurangnya asupan nutrisi.

  1. Adanya penyakit ganas

Pada kondisi seperti leukemia, kebutuhan metabolisme anak akan meningkat. Peningkatan tersebut membutuhkan lebih banyak kalori. Apabila asupan tidak mencukupi, maka dapat terjadi kekurangan gizi.

  1. Penyakit jantung bawaan

Anak dengan kondisi kelainan jantung juga membutuhkan kalori yang lebih tinggi. Hal ini terkait dengan peningkatan beban jantung.

  1. Alergi

Anak-anak yang mengalami alergi perlu menghindari bahan makanan yang menjadi alergen atau penyebab timbulnya reaksi alergi. Apabila alergen berupa sumber nutrisi yang penting, maka anak berisiko kekurangan gizi.

Penelitian di Inggris menunjukkan anak dengan alergi lebih dari tiga jenis bahan makanan memiliki kondisi nutrisi yang lebih rendah dari anak-anak lainnya.

Beberapa kondisi di atas dapat menimbulkan ketidakseimbangan nutrisi pada anak. Risiko terjadinya kekurangan gizi dapat meningkat ketika anak terkena penyakit-penyakit tertentu.

Oleh sebab itu, periksakan anak Anda ke dokter anak untuk mengetahui diagnosis kurang gizi semenjak dini. Sehingga, Anda dapat membantu mencegah anak mengalami gizi buruk dan mengembalikan keseimbangan nutrisinya. Dengan asupan gizi seimbang, anak Anda pun dapat berkarya dan berprestasi.

[NP/ RH]