Pengapuran, Penyebab Nyeri Sendi Tersering pada Wanita

Oleh dr. Rio Aditya pada 08 Des 2017, 16:34 WIB
Tahukah Anda bahwa wanita lebih sering mengalami pengapuran dan nyeri sendi daripada pria? Temukan penyebabnya di sini.
Pengapuran, Penyebab Nyeri Sendi Tersering pada Wanita

Klikdokter.com, Jakarta Pengapuran sendi atau dikenal dengan nama osteoartritis merupakan salah satu penyebab tersering dari nyeri sendi. Salah satu sendi yang paling sering mengalami pengapuran adalah sendi lutut. Sekitar 13% wanita dan 10% pria usia 60 tahun ke atas memiliki gejala pengapuran sendi lutut atau osteoartritis lutut.

Angka kejadian pengapuran sendi ternyata lebih sering dialami oleh wanita, terutama wanita dengan usia di atas 55 tahun. Faktor yang paling mungkin menjelaskan penyebab dari lebih tingginya kasus pengapuran pada wanita adalah usia menopause.

Walau demikian, pengapuran sendi sebenarnya disebabkan oleh berbagai faktor, yakni genetik, jenis olahraga yang ditekuni, riwayat cedera pada sendi, dan obesitas.

Riwayat cedera pada sendi lutut dapat meningkatkan risiko terjadinya pengapuran sebesar 3,8 kali lipat. Usia lanjut, jenis kelamin wanita, berat badan berlebih, kelemahan otot, dan cedera sendi bahkan juga memiliki peranan yang penting dalam kelanjutan penyakit ini.

Gejala yang paling sering muncul pada penderita pengapuran sendi adalah nyeri sendi yang bersifat menetap, kekakuan sendi pada pagi hari dan penurunan fungsi sehari-hari.

Tanda-tanda lainnya yang dapat muncul adalah gesekan antar tulang, keterbatasan pergerakan sendi dan penebalan tulang di sekitar sendi. Namun, nyeri adalah gejala yang paling mengganggu bagi kebanyakan orang.

Selain membatasi aktivitas, nyeri yang tak kunjung hilang juga dapat menambah beban psikis dan akhirnya membuat stres.

Lantas, apa yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi nyeri sendi tersebut? Penanganan nyeri sendi dapat dibagi menjadi penanganan jangka pendek dan juga jangka panjang.

Untuk jangka pendek, konsumsi obat-obatan antinyeri dan injeksi kortikosteroid dapat membantu meredakan nyeri. Tetapi, jika berat badan, aktivitas fisik, dan kekuatan otot tidak diperbaiki, maka nyeri akan terus muncul dan dapat bertambah parah.

Jadi, pengobatan jangka panjang yang dapat dilakukan adalah mengurangi berat badan, menguatkan otot-otot kaki, dan apabila tidak berhasil maka dapat dilakukan tindakan operasi.

Kini Anda telah mengetahui bahwa sebagian besar kasus pengapuran dan nyeri sendi ternyata dialami oleh wanita. Bagi Anda para wanita, yuk, jaga pola makan dan gaya hidup agar terhindar dari nyeri sendi.

[NP/ RH]